Pastor Asal Spanyol Meninggal karena Ebola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kesehatan memeriksa salah satu korban virus ebola di dalam tenda pasien di Rumah Sakit Pemerintag Kenema, Kenema, Sierra Leone (11/8). Sierra Leone merupakan salah satu negara terparah dengan total 298 kematian akibat Ebola. AP/ Michael Duff

    Seorang petugas kesehatan memeriksa salah satu korban virus ebola di dalam tenda pasien di Rumah Sakit Pemerintag Kenema, Kenema, Sierra Leone (11/8). Sierra Leone merupakan salah satu negara terparah dengan total 298 kematian akibat Ebola. AP/ Michael Duff

    TEMPO.COMadridWarga Eropa pertama yang terinfeksi virus mematikan ebola dinyatakan meninggal pada Selasa, 12 Agustus 2014, di sebuah rumah sakit di Madrid, lima hari setelah dievakuasi dari Liberia.

    Miguel Pajares, Pastor Katolik Roma berusia 75 tahun, dirawat di Spanyol dan telah diberi obat hasil penelitian eksperimental, ZMapp. Ia diterbangkan ke Madrid, Spanyol, pada 7 Agustus lalu, setelah memperlihatkan tanda-tanda terjangkit ebola.

    Dia tertular ebola saat berada di Rumah Sakit Saint Joseph, yang terletak di Kota Monrovia, Liberia. Di rumah sakit itu, dia bekerja untuk membantu pengobatan para pasien penderita ebola.

    "Telah dikonfirmasi. Ia meninggal pada pukul 09.28 waktu setempat," kata juru bicara Rumah Sakit La Paz-Carlos III, seperti dilansir laman AsiaOne, Selasa, 12 Agustus 2014. 

    Pajares juga dipastikan telah menjalani pengobatan dengan ZMapp, yang dibuat oleh produsen obat asal Amerika Serikat, Mapp Biopharmaceutical. Obat tersebut tiba di Rumah Sakit La Paz-Carlos III pada Sabtu lalu setelah lembaga keamanan obat Spanyol mengizinkan impor untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus mematikan itu.

    Etika dalam pendistribusian obat eksperimental tentang obat ebola dengan terapi ZMapp menjadi fokus pertemuan khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin kemarin. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat berulang kali menekankan bahwa efek obat tersebut belum diketahui karena belum melalui proses uji klinis yang ketat. Saat ini tidak ada obat atau vaksin untuk ebola di pasar dunia.

    Wabah Ebola sudah menewaskan lebih dari 1.000 orang di negara-negara Afrika Barat, terutama di Sierra Leone, Guinea, Liberia, dan Nigeria. Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah menetapkan ebola sebagai darurat kesehatan internasional.

    ASIAONE | NBC NEWS | ROSALINA

    Terpopuler
    Rini Soemarno Bicara soal Hubungan dengan Megawati
    Lima Pemain MU Ditendang, Kagawa Aman
    5 Hal Kontroversial tentang Syahrini
    Benarkah Megawati Ikut Memilih Tim Transisi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.