Gencatan Senjata, Warga Palestina Kembali Pulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah menggunakan ponselnya untuk mengabadikan runtuhnya masjid Shuhada akibat serangan udara militer Israel di Nuseirat, Gaza, 10 Agustus 2014. (Mustafa Hassona/Anadolu Agency/Getty Images)

    Seorang bocah menggunakan ponselnya untuk mengabadikan runtuhnya masjid Shuhada akibat serangan udara militer Israel di Nuseirat, Gaza, 10 Agustus 2014. (Mustafa Hassona/Anadolu Agency/Getty Images)

    TEMPO.CO, Gaza - Warga Palestina tampak berduyun-duyun kembali ke rumah masing-masing kendati dalam keadaan porak-poranda setelah dihantam mesin pembunuh Israel. Mereka mencoba melakukan kehidupan normal seusai kesepakatan gencatan senjata selama 72 jam antara Hamas dan Israel sejak Selasa, 12 Agustus 2014.

    Perang pejuang Palestina melawan serdadu Israel ini berlangsung sejak 8 Juli 2014. Perang yang menewaskan 1.945 warga Palestina dan 67 penduduk Israel--sebagian besar tentara--sempat berhenti ketika dilakukan perundingan gencatan senjata yang diprakarsai oleh Mesir.

    Al Jazeera dalam laporannya Selasa, 12 Agustus 2014, menyebutkan, dengan berakhirnya kekerasan di Gaza yang dimulai pada Ahad tengah malam, 10 Agustus 2014, waktu setempat, toko, kedai, dan tempat-tempat bisnis tampak dibuka kembali. Warga juga dilaporkan mulai membanjiri jalan-jalan dan tepi pantai untuk menyaksikan bekas perang di kawasan yang dihuni 1,8 juta warga Palestina.

    Di luar gedung sekolah milik PBB, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, terlihat mobil-mobil diparkir dan gerobak keledai siap membawa para pengungsi untuk kembali ke rumah mereka yang ditinggalkan selama kecamuk perang. "Kami ingin segera kembali untuk melihat apa yang terjadi dengan rumah kami," ujar Hikmat Atta, 58 tahun, yang mengungsi bersama keluarganya ke sebelah utara Kota Beit Lahiya.

    Namun, dengan diberlakukannya gencatan senjata kedua dalam pekan ini, tutur Atta, harapan perang akan berakhir masih terlalu dini. Atta ingin tidak ada perubahan dari gencatan senjata ini. "Kami hanya kembali pada siang hari. Pada malam hari, kami kembali ke tempat pengungsian."

    Adapun petugas kesehatan Palestina menuturkan bayi berusia 1 bulan tewas pada Senin, 11 Agustus 2014, akibat luka-luka selama perang. Hal itu menambah jumlah korban tewas dari pihak Palestina menjadi 1.945 orang.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


    Terpopuler:
    Jokowi Pilih Empat Tokoh Penasihat Tim Transisi
    Moeldoko Tolak KPK 'Masuk' ke TNI
    Suami-Istri Jatuh ke Jurang Saat Berfoto Selfie
    Gabung ISIS, Teroris Bom Bali Ini Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.