ISIS Kubur Hidup-hidup Anak dan Perempuan Yazidi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi Irak dari komunitas Yazidi berkumpul untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan di perbatasan Suriah-Irak, di pos perbatasan Feeshkhabour, Irak, Ahad 10 Agustus 2014. AP/Khalid Mohammed

    Pengungsi Irak dari komunitas Yazidi berkumpul untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan di perbatasan Suriah-Irak, di pos perbatasan Feeshkhabour, Irak, Ahad 10 Agustus 2014. AP/Khalid Mohammed

    TEMPO.COBagdad – Militan Negara Islam yang sebelumnya dikenal dengan nama ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) telah menewaskan sekitar 500 anggota etnis minoritas Yazidi di Irak selama serangan mereka di Sinjar, wilayah utara negara ini yang merupakan rumah bagi umat Yazidi. (Baca: Pasukan AS Gempur Pertahanan ISIS di Irak)

    Pernyataan ini disampaikan Menteri Hak Asasi Manusia Irak Mohammed al-Sudani Syiah kepada Reuters pada Ahad, 10 Agustus 2014.

    Ia mengatakan milisi ISIS telah mengubur beberapa korban mereka hidup-hidup, termasuk perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, sekitar 300 perempuan diculik dan dijadikan budak.

    “Beberapa korban, termasuk perempuan dan anak-anak dikubur hidup-hidup di kuburan massal yang tersebar di dalam dan sekitar Sinjar," tutur Sudani.

    Sinjar merupakan rumah bagi etnis Yazidi yang dianggap sebagai masyarakat “pemuja setan” oleh militan ISIS. Kelompok ini mengancam Yazidi untuk masuk Islam atau mati. (Baca: ISIS Hancurkan Makam Nabi Yunus, Ini Alasannya)

    "Kami telah mengantongi bukti yang kuat yang kami peroleh dari anggota Yazidi yang melarikan diri,” kata Sudani dalam sebuah wawancara telepon sebagai laporan pertama tentang masalah ini yang muncul di media.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler
    Keluarga Mandela Dukung Palestina
    Pasangan Australia Salahkan Ibu Pengganti Thailand
    Hanya 9 Orang Selamat dari Kecelakaan Pesawat Iran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.