Uni Eropa Siap Balas Embargo Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev. AP/RIA Novosti, Dmitry Astakhov, Government Press Service

    Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev. AP/RIA Novosti, Dmitry Astakhov, Government Press Service

    TEMPO.CO, Brussels - Pejabat eksekutif Uni Eropa menyatakan pihaknya siap "untuk mengambil tindakan" atas keputusan Rusia membatasi impor makanan dan produk makanan dari Uni Eropa.

    "Pernyataan ini jelas dimotivasi secara politik. Setelah penilaian penuh oleh Komisi terhadap tindakan Federasi Rusia, kami berhak untuk mengambil tindakan yang sesuai," ujar Komisi Uni Eropa dalam pernyataannya, seperti dilansir Gulf News, Kamis, 7 Agustus, 2014.

    Tanggapan Uni Eropa tersebut menyusul adanya pengumuman Moskow bahwa mereka melakukan "embargo penuh" terhadap impor pangan dari negara-negara Uni Eropa dan negara-negara Barat lainnya, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas kebijakan di Ukraina. Juru bicara Komisi Uni Eropa menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang tindakan apa yang akan diambil Uni Eropa. (Baca: Rusia Larang Impor Makanan dari AS dan Uni Eropa)

    Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menegaskan kabinetnya juga membahas proposal untuk melarang maskapai Eropa dan Amerika Serikat terbang di atas wilayah udara Rusia menuju Asia. Dia menambahkan, "Moskow juga siap dengan kesanggupan untuk mengambil langkah-langkah perlindungan di sejumlah sektor industri, termasuk industri otomotif, galangan kapal, dan produksi pesawat terbang."

    Ekspor produk makanan dan pertanian dari Uni Eropa ke Rusia tahun lalu mencapai 11,8 miliar euro atau 10 persen dari total ekspor pertanian Uni Eropa.

    "Rusia melakukan embargo penuh pada impor daging sapi, daging babi, buah dan sayuran, unggas, ikan, keju, susu, serta produk susu dari Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Norwegia," tutur Medvedev. (Baca: Rusia Larang Pesawat Ukraina Terbang di Wilayahnya)

    Uni Eropa membalas aksi Rusia tersebut dengan mengeluarkan pernyataan, "Komisi akan memberikan penilaian atas langkah tersebut setelah kami memiliki informasi lebih lanjut tentang maksud mereka dan dampak luasnya."

    Uni Eropa menyatakan menggarisbawahi tindakan sanksi pembatasan yang diambil Uni Eropa secara langsung berkaitan dengan langkah aneksasi Crimea secara ilegal oleh Rusia yang membuat situasi tidak stabil di Ukraina. "Uni Eropa tetap berkomitmen untuk membuat deeskalasi situasi di Ukraina." (Baca: Rusia Kena Sanksi, 27 Ribu Turis Telantar)

    Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani sebuah dekrit untuk melarang impor selama satu tahun bagi produk daging sapi, babi, unggas, ikan, keju, buah, sayuran, dan produk susu dari negara-negara yang memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

    "Pemerintah siap untuk merevisi jangka waktu satu tahun dari langkah-langkah yang dikenakan jika situasi berubah," ujar Medvedev.

    GULF NEWS | ROSALINA

    Berita lainnya:

    Massa Prabowo-Hatta Diminta Siap Mati Syahid 

    Diancam Mau Diculik, Ketua KPU: Untuk Apa?

    Bawaslu Siap Gugurkan Tuduhan Prabowo-Hatta  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.