Junta Thailand Bentuk Parlemen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota Thailand Maha Vajiralongkorn memimpin upacara inagurasi Dewan Perwakilan Nasional Thailand di Ananta Samakhom Throne Hall, Bangkok,  Agustus 2014. REUTERS/Parliament

    Putra Mahkota Thailand Maha Vajiralongkorn memimpin upacara inagurasi Dewan Perwakilan Nasional Thailand di Ananta Samakhom Throne Hall, Bangkok, Agustus 2014. REUTERS/Parliament

    TEMPO.COBangkok – Untuk pertama kalinya, Dewan Perwakilan Nasional Thailand yang dibentuk oleh junta militer bertemu dalam acara inagurasi upacara pembukaan yang dipimpin oleh putra mahkota Thailand Maha Vajiralongkorn di Ananta Samakhom Thorne Hall di Bangkok pada Kamis, 7 Agustus 2014. Upacara sesungguhnya akan dilaksanakan pada Jumat ini.

    Mengutip laporan Channel News Asia hari ini, inagurasi yang berlangsung selama 15 menit tersebut dihadiri oleh 200 anggota parlemen yang didominasi oleh petinggi militer. Sementara lebih dari setengah anggota Dewan merupakan tentara aktif dan sisanya berasal dari pegawai negeri sipil atau akademisi.

    Setiap posisi penting ini ditunjuk langsung oleh pemerintahan militer yang dipimpin oleh Jenderal Prayuth Chan-ocha. (Baca: Pemimpin Kudeta Thailand Tunjuk Diri Jadi PM)

    Dengan dibentuknya Dewan Perwakilan Nasional ini diharapkan dalam beberapa minggu mendatang pemerintah akan membahas anggaran 2015 dan menunjuk 250 anggota Dewan Reformasi Nasional yang bertugas merombak sistem hukum Thailand.

    Thailand tidak memiliki parlemen sejak Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur pada Mei lalu. Saat itu militer menguasai seluruh pemerintahan di Thailand setelah sebelumnya junta mengumumkan darurat militer. (Baca: Ini 12 Perintah Militer Thailand Sebelum Kudeta)

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler

    ISIS Cekoki Anak-anak dengan Video Pemenggalan
    ISIS Kuasai Kota Kristen Terbesar di Irak
    Ketahuan Minum Saat Ramadan, Bocah Disiksa ISIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.