Perusahaan Belanda Menang Tender Cari MH370

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gadis remaja berdoa di samping patung pasir yang diciptakan seniman pasir India Sudarshan Patnaik untuk  para penumpang dan awak kapal yang hilang dalam penerbangan MH370 Malaysia Airlines, di pantai Puri, Odisha, India (25/3). REUTERS/Stringer

    Gadis remaja berdoa di samping patung pasir yang diciptakan seniman pasir India Sudarshan Patnaik untuk para penumpang dan awak kapal yang hilang dalam penerbangan MH370 Malaysia Airlines, di pantai Puri, Odisha, India (25/3). REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Canberra – Perusahaan Belanda, Fugro, akan memimpin pencarian Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret lalu. Pencarian dilakukan dari dasar Lautan Hindia, tempat yang diyakini menjadi perjalanan terakhir. (Baca: 100 Hari Hilang, Ini 13 Teori Lenyapnya MH370)

    Mengutip laporan Reuters, Australia pada Rabu, 6 Agustus 2014, telah secara resmi memberikan kontrak komersial kepada Fugro untuk melakukan pencarian pesawat berjenis Boeing 777 ER tersebut.

    Menteri Transportasi Australia dan Wakil Perdana Menteri Warren Truss mengatakan Fugro dipilih setelah berhasil "menawarkan nilai terbaik untuk solusi keuangan teknis" dalam pencarian di dasar laut itu. (Baca: Cari MH370, Australia Sudah Habis Rp 1 Triliun)

    "Saya tetap optimistis bahwa kita akan menemukan pesawat yang hilang dalam area pencarian prioritas," kata Truss kepada wartawan di Canberra.

    Tahap pencarian berikutnya diharapkan bisa dimulai dalam kurun waktu satu bulan dan akan memakan waktu hingga satu tahun. Pencarian ini akan berfokus pada wilayah seluas 60.000 kilometer persegi di wilayah yang berada pada sekitar 1.600 kilometer barat dari Perth.

    Fugro akan menggunakan dua kapal yang dilengkapi kendaraan air yang diderek, yang akan membawa pemindai sonar, multibeam echosounders, dan kamera video untuk menjelajahi dasar laut yang bisa menyelam hingga kedalaman 5.000 meter.

    Bersama dengan kapal Angkatan Laut Cina, perusahaan Belanda itu mengaku sudah melakukan pemetaan bawah laut secara rinci terkait dengan area pencarian.

    Menurut Truss, Australia akan berbicara dengan rekannya dari Malaysia pada akhir bulan ini mengenai pendanaan operasi. Truss menuturkan Australia telah menyiapkan dana hingga 90 juta dolar Australia atau hampir Rp 1 triliun untuk pencarian ini. Diperkirakan, hingga akhir pencarian selama 12 bulan itu, operasi ini akan memakan biaya 52 juta dolar Australia, yang berarti menjadi pencarian termahal sepanjang masa.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Indonesia Cegah WNI Pro-ISIS Keluar Negeri
    Indonesia Pindahkan Fungsi KBRI Tripoli ke Tunisia 
    Gencatan Senjata Gaza, Israel Tarik Pasukan Darat  





     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.