Gencatan Senjata Gaza, Israel Tarik Pasukan Darat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul ke langit usai militer Israel memasuki kawasan Gaza di Shijaiyah, Palestina, 20 Juli 2014. Masuknya pasukan militer Israel ke kawasan ini, membuat warga mengungsikan diri dari tempat tinggalnya. (AP Photo)

    Asap mengepul ke langit usai militer Israel memasuki kawasan Gaza di Shijaiyah, Palestina, 20 Juli 2014. Masuknya pasukan militer Israel ke kawasan ini, membuat warga mengungsikan diri dari tempat tinggalnya. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Gaza - Israel mengaku telah menarik seluruh pasukan daratnya di Jalur Gaza setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata selama 72 jam dengan kelompok pejuang Hamas. Gencatan senjata ini bertujuan menghentikan perang antara Israel dan Hamas yang sudah berlangsung hampir satu bulan. (Baca: Israel-Hamas Sepakati Gencatan Senjata 72 Jam)

    Gencatan senjata antara Israel dan Hamas disepakati pada Senin malam, 4 Agustus 2014, di Kairo, Mesir, dan berlaku pada Selasa mulai pukul 08.00 waktu setempat. Kesepakatan ini mirip proposal gencatan senjata tanpa syarat sebelumnya yang gagal dalam konflik yang telah menewaskan hampir 2.000 orang, sebagian besar warga Palestina.

    Dalam pembicaraan di Kairo, Israel tidak mengirimkan wakilnya. Namun juru bicara pasukan pertahanan Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner, mengatakan Israel akan mematuhi ketentuan gencatan senjata tersebut dan akan menarik semua pasukan daratnya dari Gaza mulai pukul 08.00. (Baca: Di Gaza, Warga Kuburkan Jasad di Kulkas)

    "Israel akan terus mempertahankan posisi defensif dari udara, pantai, dan darat, tapi di luar Jalur Gaza," kata Lerner, seperti dilansir Washington Post, Selasa, 5 Agustus 2014.

    Perwakilan Hamas dalam pembicaraan di Kairo, Ezzat al Reshek, mengatakan mereka akan mematuhi gencatan senjata dan siap untuk memulai negosiasi tidak langsung mengenai persyaratan baru untuk gencatan senjata yang lebih lama. (Baca: Palestina Menuduh Israel Batalkan Gencatan Senjata)

    Kesepakatan gencatan senjata dua belah pihak itu tampaknya tercapai setelah keduanya mengurangi serangan mereka. Roket Hamas telah berkurang dalam beberapa hari terakhir, dan Israel telah menarik sebagian besar pasukan daratnya dari Jalur Gaza pada Ahad kemarin.

    Lerner mengatakan Hamas masih memiliki ribuan roket, bahkan telah menembak lebih dari 3.300 kali ke wilayah Israel. Sejauh ini, sekitar 3.000 orang diyakini menjadi korban operasi tentara militer Israel, dengan 4.800 serangan ke Jalur Gaza. Israel juga mengklaim telah menghancurkan terowongan bawah tanah yang menghubungkan wilayah Israel dan Gaza, yang seluruhnya berjumlah 32 terowongan.

    Para pejabat Palestina mengatakan konflik tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.865 orang, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak. Sedangkan Lerner menuturkan Israel meyakini 900 gerilyawan Hamas dan 67 warga Israel, yang sebagian besar adalah tentara, tewas akibat pertempuran tersebut.

    WASHINGTON POST | ROSALINA


    Terpopuler Dunia
    12 Pria Disunat Paksa atas Permintaan Istri Mereka  
    Selfie dengan Pistol, Pria Meksiko Tewas Tertembak  
    Aksi Solidaritas Menentang ISIS Bermunculan 
    Cemburu, Wanita Ini Potong Payudara Rivalnya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.