Wabah Ebola, Bank Dunia Kucurkan Rp 2,3 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menurunkan jenazah pasien Ebola dari ambulan di Kenema, Sierra Leone, 25 Juni 2014. Wabah mematikan ini telah menjangkiti Guinea, Liberia dan Sierra Leone sejak Februari 2014. REUTERS/Umaru Fofana

    Petugas medis menurunkan jenazah pasien Ebola dari ambulan di Kenema, Sierra Leone, 25 Juni 2014. Wabah mematikan ini telah menjangkiti Guinea, Liberia dan Sierra Leone sejak Februari 2014. REUTERS/Umaru Fofana

    TEMPO.CO, Washington - Bank Dunia berjanji akan membantu memerangi virus mematikan Ebola yang membuat panik negara-negara di Afrika Barat. Untuk memerangi virus Ebola, Bank Dunia telah berkomitmen mengucurkan dana US$ 200 juta (Rp 2,3 triliun) yang akan diberikan kepada tiga negara, yaitu Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

    Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan pihaknya bersama para ahli terus memantau penyebaran virus Ebola. Dia juga mengaku prihatin dengan kasus Ebola yang terus menelan korban jiwa di tiga negara Afrika tersebut.

    "Saya sangat khawatir akan lebih banyak nyawa yang berisiko tertular penyakit ini, kecuali kita bisa menghentikan epidemi Ebola di jalurnya," kata Kim, seperti dilansir GMA Network, Selasa, 5 Agustus 2014.

    Dana yang dikucurkan Bank Dunia itu akan digunakan untuk biaya obat-obatan, membayar petugas medis, dan prioritas lain yang bisa mencegah terjadinya epidemi pada masa depan. Selain itu, Kim melanjutkan, Bank Dunia juga berharap bantuan ini bisa mencegah penyebaran Ebola ke negara lain di luar Afrika. (Baca: Kecil Kemungkinan Ebola Masuk ke Indonesia)

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga Senin kemarin, jumlah korban tewas akibat virus Ebola tercatat mencapai 887 orang. (Baca: WHO: Ebola Menyebar Terlalu Cepat)

    Presiden Sierra Leone Ernst Bai Koroma mengatakan epidemi Ebola telah mengancam "esensi" bangsa. "Ini merupakan pertarungan kolektif. Hakikat bangsa kita dipertaruhkan," katanya dalam pidato televisi. Dia juga menyatakan lokasi pusat wabah virus di kawasan timur negaranya akan dikarantina. Instruksi ini sudah disampaikan kepada aparat keamanan untuk memperketat penjagaan. (Baca: Sierra Leone Terapkan Status Darurat Ebola)

    Pemerintah Liberia juga telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk tidak melakukan kontak langsung dengan penderita Ebola atau siapa pun yang menunjukkan gejala sakit mirip seperti Ebola. Beberapa gejala yang mirip Ebola di antaranya demam, muntah, sakit kepala parah, nyeri otot, dan pada tahap akhir bisa terjadi perdarahan hebat.

    Berdasarkan laporan dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan produk domestik bruto Guinea akan turun 1 persen dari 4,5 persen akibat wabah Ebola.

    GMA NETWORK | CHANNEL NEWS ASIA | ROSALINA

    Terpopuler Dunia
    12 Pria Disunat Paksa atas Permintaan Istri Mereka 
    Selfie dengan Pistol, Pria Meksiko Tewas Tertembak 
    Aksi Solidaritas Menentang ISIS Bermunculan
    Joserizal Jurnalis, Che Guevara Tanpa Senjata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.