WHO: Ebola Menyebar Terlalu Cepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis Samaritan Purse membawa jenazah korban yang terjangkit virus ebola di Pusat Managemen Kasus di Foya, Liberia. Pasukan keamanan di Liberia diperintahkan untuk melaksanakan rencana yang meliputi semua pekerja pemerintah non-esensial wajib cuti 30 hari. REUTERS/Samaritan's Purse/Handout via Reuters

    Petugas medis Samaritan Purse membawa jenazah korban yang terjangkit virus ebola di Pusat Managemen Kasus di Foya, Liberia. Pasukan keamanan di Liberia diperintahkan untuk melaksanakan rencana yang meliputi semua pekerja pemerintah non-esensial wajib cuti 30 hari. REUTERS/Samaritan's Purse/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus Ebola di Afrika Barat menyebar terlalu cepat dibandingkan dengan upaya mengontrolnya. Demikian pernyataan dari Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Chan. Kegagalan untuk mencegah penyebaran Ebola ini bisa berakibat fatal karena jumlah korban tewas akan terus bertambah. (Baca: Sierra Leone Terapkan Status Darurat Ebola)

    Mengutip laporan BBC, Sabtu, 2 Agustus 2014, dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin regional, Chan mengatakan penyebaran virus sebetulnya bisa dihentikan jika dilakukan pencegahan yang terorganisir dengan baik.

    Sejak Februari lalu, virus ini telah menewaskan 729 nyawa di Guinea, Liberia, Pantai Gading dan Sierra Leone. Ebola membunuh 90% orang-orang yang terinfeksi. Padahal, pasien bisa memiliki kesempatan hidup yang lebih besar jika dirawat sejak dini. (Baca: Ebola Renggut 729 Nyawa di Afrika)

    Penyebaran virus terjadi lewat kontak dengan darah yang terinfeksi, cairan tubuh, organ, atau melalui lingkungan yang terkontaminasi. Gejala awal penderita Ebola tampak seperti flu, tetapi kemudian virus itu akan menyebabkan pendarahan eksternal dari mata dan gusi. Kemudian pendarahan internal dapat menyebabkan kegagalan organ.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    ISIS Hancurkan Makam Nabi Yunus, Ini Alasannya
    Pendukung ISIS Menyebar di Negara ASEAN
    Sekjen PBB Frustasi Hadapi Israel-Hamas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.