Israel Serang Gaza, 1.654 Nyawa Melayang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah menara masjid Al-sousi yang jatuh jatuh karena serangan Israle di kamp pengungsi Shati di Jalur Gaza utara (30/7). Pesawat tempur Israel menyerang puluhan situs Gaza, termasuk lima masjid yang digunakan oleh militan. AP/Lefteris Pitarakis

    Sebuah menara masjid Al-sousi yang jatuh jatuh karena serangan Israle di kamp pengungsi Shati di Jalur Gaza utara (30/7). Pesawat tempur Israel menyerang puluhan situs Gaza, termasuk lima masjid yang digunakan oleh militan. AP/Lefteris Pitarakis

    TEMPO.CO, Gaza - Serangan Israel ke Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir telah menewaskan 1.654 rakyat Palestina. Serangan dimulai sejak 8 Juli 2014.

    Seperti dikutip dari kantor berita Associated Pers, pada hari ini, Sabtu, 2 Agustus 2014, Israel kembali membombardir Jalur Gaza. Peristiwa itu menyebabkan 35 nyawa warga Palestina melayang. (baca juga : Serangan Israel ke Sekolah PBB, 15 Orang Tewas)

    Menurut pejabat kesehatan Palestina, Ashraf al-Kidra, 35 warga Palestina itu tewas dalam pengeboman dan penembakan di sekitar Kota Rafah, wilayah selatan Gaza, pada Sabtu pagi. Rumah sakit utama di daerah itu pun terpaksa dikosongkan. Sehari sebelumnya, Israel juga menyerang wilayah ini dan menyebabkan puluhan rakyat Palestina berkalang tanah. (baca juga : Pembangkit Listrik Satu-satunya di Gaza Hancur)

    Sejak 8 Juli lalu, kata Al-Kidra, lebih dari 1.650 warga Palestina tewas karena serangan Israel. Kebanyakan merupakan warga sipil. Adapun korban luka-luka mencapai 8.000 orang.

    Serangan oleh Israel ke Gaza juga tak berhenti saat perayaan Hari Idul Fitri. Jumat lalu, pemerintah Palestina mengumumkan 318 warga Gaza tewas terbunuh dalam serangan oleh militer Israel.

    The Euro-Mid Observer for Human Rights melansir sekitar sembilan masjid hancur. Sebanyak 13 masjid lainnya rusak berat selama libur Lebaran.

    Sebelum serangan terjadi, kelompok Hamas Palestina dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata kemanusiaan selama 72 jam, mulai Jumat, 1 Agustus 2014, pukul 08.00 waktu setempat. Kesepakatan itu dimediasi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. Namun gencatan senjata itu tak bertahan lama. 

    KHAIRUL ANAM | ASSOCIATED PRESS

    Berita Terpopuler

    Gaya Orang Kaya Baru Indonesia Diulas Media Asing 
    Pendiri Kamp Militer di Aceh Pendukung Utama ISIS 
    Beredar Foto Ba'asyir Dibaiat Dukung ISIS 
    Pemerintah Copot Kewarganegaraan Pendukung ISIS
    Ini Alasan Kominfo Belum Blokir Video ISIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.