Israel Gencatan Senjata 24 Jam, Hamas Tak Sepakat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah ledakan yang dilancarkan oleh tentara Israel mengenai kawasan di perbatasan jalur Gaza, 26 Juli 2014. Militan Hamas dan militer Israel telah sepakat untk melakukan gencatan senjata selama 12 jam. REUTERS

    Sebuah ledakan yang dilancarkan oleh tentara Israel mengenai kawasan di perbatasan jalur Gaza, 26 Juli 2014. Militan Hamas dan militer Israel telah sepakat untk melakukan gencatan senjata selama 12 jam. REUTERS

    TEMPO.CO, Gaza - Israel sepakat melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza selama 24 jam. Gencatan senjata atas dasar kemanusiaan ini dilakukan atas permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Baca juga: Palestina Adukan Israel ke Mahkamah Internasional)

    Berbeda dengan Israel, kelompok militan Hamas akan menerima gencatan senjata jika pasukan Israel meninggalkan wilayah Gaza untuk selamanya.

    Gencatan senjata yang dilakukan menjadi isyarat bahwa Israel akan mengakhiri konflik 20 hari dengan Hamas dan sekutunya. Sejauh ini setidaknya 1.050 warga Gaza--kebanyakan warga sipil--tewas. Sebanyak 42 tentara dan tiga warga sipil di Israel pun tewas karena baku tembak antara pasukan Israel dan Hamas. 

    "Atas permintaan PBB, kabinet menyetujui hiatus kemanusiaan hingga pukul 24.00 waktu setempat," ujar pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya dalam sebuah pernyataan. "Pasukan Pertahanan Israel akan bertindak jika terjadi pelanggaran gencatan senjata."

    Sabtu, 26 Juli, warga memanfaatkan jeda baku tembak di Gaza untuk melakukan pemulihan serta membeli persediaan makanan. Meski gencatan senjata, posisi kedua pasukan tetap berjauhan.

    Hamas tak setuju untuk melakukan gencatan senjata. Kelompok muslim radikal Palestina ini hanya menginginkan Israel mengakhiri blokade di Gaza. Sementara, para pejabat Israel mengatakan gencatan senjata memungkinkan pasukan tetap memburu jaringan bawah tanah Hamas di perbatasan Gaza. 

    Israel mengatakan jaringan bawah tanah ini ditujukan untuk mencapai dan melakukan serangan ke Israel. Bagian bawah tanah lainnya digunakan Hamas sebagai penyimpanan senjata dan bunker. 

    Pejabat Israel itu menambahkan, pasukan akan langsung bertindak terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata. Selain itu, pihaknya akan terus melawan gerakan bawah tanah dalam waktu 24 jam ini. Kabinet Israel juga akan berkumpul kembali pada Ahad, 27 Juli, untuk mempertimbangkan kelanjutan operasi di Gaza. 

    REUTERS | SUTJI DECILYA

    Terpopuler:
    Dalam Sehari, Pesawat Ini Dua Kali Mendarat Darurat
    Bahas Gaza, Menlu Dunia Berkumpul di Paris
    Jelang Lebaran, Afganistan Masih di Bawah Ancaman
    Australia Kirim 100 Polisi Tambahan ke Lokasi MH17


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.