Australia Kirim 100 Polisi Tambahan ke Lokasi MH17  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Ukrainian Emergencies Ministry di reruntuhan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Donetsk, 20 Juli 2014. Ukraina menuduh pemberontak pro-Rusia berupaya merusak bukti penembakan MH17. REUTERS/Maxim Zmeyev

    Petugas dari Ukrainian Emergencies Ministry di reruntuhan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Donetsk, 20 Juli 2014. Ukraina menuduh pemberontak pro-Rusia berupaya merusak bukti penembakan MH17. REUTERS/Maxim Zmeyev

    TEMPO.CO, Canberra – Australia akan mengirim 100 polisi tambahan dan beberapa personel kekuatan pertahanan ke Eropa untuk bergabung dengan pasukan keamanan internasional yang dipimpin Belanda.

    Menurut pernyataan Perdana Menteri Tony Abbott pada Jumat, 25 Juli 2014, polisi tambahan ini dikirim ke Ukraina untuk mengamankan lokasi jatuhnya Malaysia Airlines MH17 di Donetsk, yang berbatasan dengan Ukraina.

    "Ini adalah misi kemanusiaan dengan tujuan yang jelas dan sederhana," kata Abbott kepada wartawan, seperti dikutip Reuters. "Saya berharap operasi di lapangan di Ukraina bisa terus berkembang sehingga bisa selesai tidak lebih dari beberapa minggu."

    Pasukan yang tergabung dalam Australian Federal Police (AFP)--beberapa di antaranya akan dipersenjatai--akan bergabung dengan kontingen dari 90 perwira AFP yang sudah lebih dulu berada di London. Untuk bergabung dengan tim internasional, mereka masih menunggu kesepakatan dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko yang harus disetujui oleh parlemen Ukraina. (Baca: Investigasi MH17, KNKT ke Ukraina)

    Pada Selasa kemarin, Abbott mengatakan pemberontak pro-Rusia mengendalikan wilayah itu dan merusak bukti. Karena itu, Abbot berpendapat, polisi atau pasukan militer diperlukan untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi kejadian. (Baca: Miisi Pro-Rusia Curi Serpihan MH17 untuk Dijual)

    Pesawat berjenis Boeing 777 ini ditembak jatuh pada pekan lalu di bagian timur Ukraina dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. Insiden ini menewaskan 298 penumpang dan awak kapal atau seluruh penumpang. Dua puluh delapan di antaranya merupakan warga Australia.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus 
    Dukung Israel, Wanita Kirim Foto Seksi ke Facebook
    Militan ISIS Paksa Perempuan Irak untuk Sunat


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.