Jurnalis CNN dan Russia Today Diculik di Ukraina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota separatis pro-Rusia memperlihatkan kotak hitam Malaysia Airlines MH17 kepada media, sebelum diserahkan kepada perwakilan pemerintah Malaysia, di Donetsk, Ukraina, Selasa 22 Juli 2014. REUTERS/Maxim Zmeyev

    Seorang anggota separatis pro-Rusia memperlihatkan kotak hitam Malaysia Airlines MH17 kepada media, sebelum diserahkan kepada perwakilan pemerintah Malaysia, di Donetsk, Ukraina, Selasa 22 Juli 2014. REUTERS/Maxim Zmeyev

    TEMPO.CO, Kiev - Sejumlah jurnalis diklaim telah diculik oleh milisi dan pasukan militer Ukraina. Kedutaan Besar Rusia di Indonesia dalam rilisnya yang diterima Tempo, Kamis, 24 Juli 2014, menyatakan ada empat jurnalis yang diyakini telah ditangkap oleh militer Ukraina. Dari empat jurnalis itu, dua diantaranya bekerja untuk media Rusia, yakni Graham Phillips dan seorang kameramen.

    Graham Phillips, berkewarganegaraan Inggris, bekerja sebagai jurnalis freelance untuk Russia Today. Adapun kameramen bekerja untuk Anna-News. (Baca: Anggota Milisi Pro-Rusia Mengaku Salah Tembak MH17)

    Huffington Post, Kamis, 24 Juli 2014, memberitakan, Anton Skiba, jurnalis freelance untuk CNN telah diculik oleh milisi pro-Rusia di Ukraina. Anton diculik lalu ditahan di wilayah timur Ukraina sejak Selasa, 22 Juli 2014.

    Anton diculik saat berada di luar hotel tempatnya menginap di Donetsk sehari setelah meliput peristiwa jatuhnya pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH17.

    Menurut CNN, pihaknya memilih tidak mereportase peristiwa itu begitu diketahui MH17 jatuh dengan alasan keselamatan. (Baca: Milisi Pro-Rusia Curi Serpihan MH17 untuk Dijual)

    Jaringan kerja CNN di Ukraina telah melakukan berbagai upaya untuk membebaskan Anton. Jurnalis itu dituding melakukan aksi "terorisme" dan mem-posting di akun Facebook-nya sebuah pernyataan memberikan hadiah uang tunai untuk membunuh para milisi.

    Pada Rabu, 23 Juli 2014, Anton sempat bertelepon dengan CNN untuk menjelaskan dirinya masih menjalani pemeriksaan di markas intelijen Donetsk. Setelah itu, ia tak dapat lagi dihubungi. (Baca: MH17 Jatuh, Warga Belanda Usir Anak Perempuan Putin)

    Organisasi pendukung kemerdekaan pers, seperti Committee to Protect Journalists, Reporters Without Borders, dan Komisi Hak Asasi Manusia Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, meminta pembebasan Anton Skiba segera.

    Kedutaan Besar Rusia di Jakarta meminta pejabat Ukraina segera membebaskan jurnalis Russia Today dan kameramen Anna-News. "Kami mendesak pembebasan segera jurnalis RT (Russia Today) dan kameramen Anna-News," ujar Rusia dalam rilisnya.

    Ukraina dinilai telah melakukan provokasi dengan melakukan kampanye menentang kerja media massa menyajikan informasi yang benar tentang situasi sesungguhnya di wilayah timur Ukraina. Para korban yang jatuh di Donetsk dan Lugansk dinilai sebagai hasil dari operasi yang dilakukan otoritas Ukraina.

    Pemerintah Rusia mengucapkan terima kasih kepada jurnalis yang menyampaikan informasi kepada publik tentang Ukraina. Khususnya pengungkapan tentang bungker pasukan Ukraina di wilayah itu.

    HUFFINGTON POST | MARIA RITA

    Baca juga:
    KPK Tentukan Nasib Jero Wacik Setelah Lebaran
    Polisi Selidiki Teror Bom di Rumah Gubernur NTT
    Jam Tangan Bermerek, Penuhi Gaya Hidup Urban
    H-4, 100 Ribu Kendaraan Mulai Mudik dari Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.