MH17 Jatuh, Milisi Pro-Rusia Akui Salah Tembak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemberontak bersenjata pro-Rusia berjaga di depan gerbong kereta berpendingin yang menyimpan 196 jenazah penumpang pesawat Malaysian Airlines MH17 di Torez, Ukraina, 20 Juli 2014. Gerbong ini berlokasi 15 km dari lokasi jatuhnya MH17. AP/Vadim Ghirda

    Pemberontak bersenjata pro-Rusia berjaga di depan gerbong kereta berpendingin yang menyimpan 196 jenazah penumpang pesawat Malaysian Airlines MH17 di Torez, Ukraina, 20 Juli 2014. Gerbong ini berlokasi 15 km dari lokasi jatuhnya MH17. AP/Vadim Ghirda

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang kelompok militan pro-Rusia di Ukraina mengaku milisilah yang menembak jatuh MH17 pada Kamis pekan lalu, 17 Juli 2014. Seorang militan yang tidak mau disebut namanya menuturkan milisi salah sasaran karena mengira Boeing 777 di langit Ukraina itu adalah pesawat kargo milik pemerintah Ukraina.

    "Milisi menyadari kesalahan saat mereka mulai mencari lokasi kecelakaan. Alih-alih mencari parasut militer, mereka malah menemukan tubuh anak-anak," ujarnya, seperti dilaporkan Daily Mail, Kamis, 24 Juli 2014.

    Pria yang sebelumnya bekerja sebagai penambang lokal itu menceritakan hal yang sama kepada surat kabar Italia, Corriere Della Sera. Dia mengatakan anggota kelompoknya memperkirakan bahwa MH17 adalah pesawat pemerintah Kiev. (Baca: Pemberontak Pro-Rusia Galau Saksikan MH17 Jatuh)

    Setelah kecelakaan, pris berusia 31 tahun ini mengaku bingung. Komandannya malah meminta ia dan rekannnya segera masuk ke dalam truk yang berisi senjata serta amunisi, lalu pergi ke lokasi kecelakaan. (Baca: Cari Jenazah, Milisi Pro-Rusia 'Ubah' Puing MH17)

    "Orang-orang menduga bahwa benda putih yang jatuh ke darat itu adalah parasut milik militer. Kami diminta bersiap untuk perang. Tapi yang saya lihat malah potongan jenazah di tempat terbuka. Saat itulah saya tahu bahwa itu adalah pesawat sipil," tuturnya.

    Pengakuan pria ini berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan pemimpin milisi Alexander Borodai. Dalam sebuah pernyataan, Borodai menjelaskan bahwa bukti yang menyebut kelompoknya memiliki peluncur rudal Buk adalah palsu. (Baca: Siapa Igor Strelkov, Milisi yang Tertawa Saat MH17 Jatuh)

    RINDU P. HESTYA | DAILY MAIL

    Berita Lain:
    Presiden Prancis Akan Nikahi Selingkuhannya 
    Dua Jet Ukraina Ditembak Tak Jauh dari Lokasi MH17
    Syarat Gencatan Senjata dari Hamas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.