Puing Pesawat Air Algerie Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memotret reruntuhan pesawat Air Algerie yang jatuh di Mali, 25 Juli 2014. AP/Burkina Faso Military

    Seorang pria memotret reruntuhan pesawat Air Algerie yang jatuh di Mali, 25 Juli 2014. AP/Burkina Faso Military

    TEMPO.COBurkina Faso – Pesawat Air Algerie yang dilaporkan hilang kontak pada Kamis, 24 Juli 2014 malam waktu Indonesia telah dipastikan jatuh di antara Kota Gossi dan perbatasan Burkina Faso. Reruntuhan pesawat terlihat di dekat Desa Boulikessi, sekitar 50 kilometer dari perbatasan. (Baca: Pesawat Air Algerie Hilang Kontak)

    “Tim telah mengkonfirmasi bahwa mereka melihat sisa-sisa puing pesawat terbakar dan berserakan," kata Gilbert Diendere, anggota dari unit krisis Burkina Faso dalam siaran televisi lokal, seperti dikutip Reuters hari ini.

    Ia mengatakan sisa-sisa mayat juga ditemukan. “Sayangnya, tim tidak melihat satu pun orang di lokasi kecelakaan. Kami tidak melihat ada yang selamat,” ujarnya.

    Pesawat dengan nomor penerbangan AH5017 ini jatuh dalam perjalanan menuju Aljazair dari Ouagadougou, Burkina Faso. Pesawat hilang kontak sekitar kurang dari satu jam setelah lepas landas. Sebelumnya, sang pilot sempat meminta mengubah rute karena cuaca buruk. (Baca: Air Algerie Dipastikan Jatuh)

    Pesawat berjenis McDonnell Douglas MD-83 ini membawa 51 warga negara Prancis, 27 orang Burkina Faso, delapan warga Libanon, enam orang Aljazair, lima warga Kanada, empat warga Jerman, dua penumpang asal Luksemburg, serta masing-masing satu orang warga negara asal Kamerun, Belgia, Mesir, Swiss, Nigeria, dan Mali.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Presiden Prancis Akan Nikahi Selingkuhannya
    Dua Jet Ukraina Ditembak Tak Jauh dari Lokasi MH17
    Syarat Gencatan Senjata dari Hamas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?