Terpidana Hukuman Mati Dua Jam Meregang Nyawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Suhaib Salem

    REUTERS/Suhaib Salem

    TEMPO.CO, Arizona -  Seorang terpidana hukuman mati dengan cara disuntik meregang nyawa selama dua di Arizona sebelum diumumkan tewas.  Para saksi menyaksikannya tersentak dan mendengus ratusan kali sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Rabu lalu.

    “Eksekusi Joseph Wood dimulai pukul 13.57 di kompleks penjara negara Arizona (ASPC), Florence dan dia dinyatakan meninggal pada 3:49,” kata Jaksa Agung Arizona Tom Horne dalam pernyataanya.

    Pengacara Wood mengajukan mosi penangguhan ketika Wood dilaporkan “tersentak dan mendengus lebih dari satu jam.” Hakim Anthony Kennedy menolak permohonan itu setengah jam setelah kematian Wood.

    Gubernur  Arizona Jan Brewer mengaku prihatin dengan hal tersbeut. “Sementara keadilan ditegakkan hari ini, saya minta Departemen Koreksi melakukan kajian menyeluruh atas proses tersebut,” kata Brewer.

    “Satu hal yang pasti, bagaimanapun, terpidana Wood meninggal secara legal dan para saksi maupun medis menyatakan dia tidak menderita,” kata Brewer.

    Wood, 55 tahun, terpidana dua pembunuhan tingkat pertama pada 25 Februari 1991. Dia divonis hukuman mati 2 Juli 1991.

    Wood menembak mati mantan kekasihnya Debbie Dietz setelah menjalani hubungan lima tahun yang naik turun. Pada 7 Agustus 1989, Wood mendatangi  toko milik keluarga Debbie dan menembak mati ayahnya, Gene Dietz di dada dengan revolver kaliber 38. Setelah itu dia mencari-cari Debbie yang  bersembunyi, lalu menembaknya satu kali di perut dan satu kali di bagian dada. Debbie tewas seketika.

    Jeane Brown,  saudara Debbie,  dalam jumpa pers mengatakan  dia tidak percaya Wood menderita. “Ini sudah terlalu lama. 25 tahun yang mengerikan. Yang saya lihat hari ini, melihatnya dieksekusi, tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang  terjadi pada 7 Agustus 1989,” kata Jeane.  “Saya tidak percaya dia tersentak, saya tidak percaya dia menderita. Suaranya terdengar seperti sedang mengorok.”

    Reporter Associated Press  yang menyaksikan eksekusi  mengatakan Wood berusaha bernapas dengan interval tiap 5-12 detik selama hampir dua jam. “Satu jam 50 menit.  Hampir seperti mendengkur, hampir seperti menguap, tanpa suara.”

    Michael Kieffer, saksi dari kalangan Republik Arizona mengatakan eksekusi itu merupakan yang kelima kalinya dia saksikan. “Biasanya berlangsung sekitar 10 menit, terpidana tertidur. Ini tidak seperti itu. Pada awalnya sekitar 5-7 menit dia menutup mata.  Lalu dia mulai tersentak selama satu setengah jam, setiap dia buka mulut  bis aterlihat dadanya bergerak, seperti ikan membuka dan menutup mulutnya.”

    Namun Stephanie Grisham, sekretaris pers Gubernur Arizona mengatakan klaim media dan pengacara tidak akurat. “Dia tertidur, seperti mendengkur.”

    Kasus Wood kembali mencuat di tengah kontroversi penggunaan suntikan dalam eksekusi. Dua ekskusi lainnya, satu menimpa terpidana di Ohio yang tersentak dan mendengus selama 26 menit sebelum mati. Di Oklahoma, seorang terpidana meninggal dunia terkena serangan jantung beberapa menit setelah petugas penjara menghentikan eksekusi lantaran proses penyuntikan tidak  lancar.

    ABC |  NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.