Besok, Jenazah Korban MH17 Selesai Diidentifikasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas berbaris saat mengikuti upacara sebelum mengangkut peti mati berisikan sisa jasad korban Malaysia Airlines MH17 untuk dimasukkan kedalam sebuah pesawat saat akan dibawa ke Belanda saat di bandara Kharkiv, Ukraina, 23 Juli 2014. REUTERS

    Sejumlah petugas berbaris saat mengikuti upacara sebelum mengangkut peti mati berisikan sisa jasad korban Malaysia Airlines MH17 untuk dimasukkan kedalam sebuah pesawat saat akan dibawa ke Belanda saat di bandara Kharkiv, Ukraina, 23 Juli 2014. REUTERS

    TEMPO.COKharkiv – Pemindaian dan penandaan korban Malaysia Airlines MH17 diharapkan akan selesai besok Jumat, 25 Juli 2014. Asisten Sekretaris Dewan Keamanan Nasioal Malaysia Mohd. Sakri Hussain menyatakan ahli forensik dari Malaysia, Belanda, dan Australia telah menyelidiki jenazah yang dimuat di dalam gerbong berpendingin pada Rabu kemarin. (Baca: Sisa Jenazah Korban MH17 Terus Dicari Tim Forensik)

    Mengutip laporan The Star, Setidaknya ada empat gerbong berpendingin yang mengangkut 282 jasad korban MH17 dari Donetsk, timur Ukraina, ke dekat perbatasan Rusia, Kharkiv, sebelum diterbangkan ke Eindhoven, Belanda. Dan, pada Rabu kemarin, baru 56 jasad yang diterbangkan ke Belanda untuk diidentifikasi. (Baca: Tim MH17 Fokus Identifikasi Jenazah Korban)

    Jasad 298 korban MH17 yang ditembak jatuh memang berada dalam kondisi mengenaskan. Beberapa saat setelah kecelakaan terjadi, separatis pro-Rusia langsung mengamankan jenazah dengan mengangkutnya dengan truk kemudian memuatnya di gerbong berpendingin. (Baca: Jenazah Korban MH17 'Disimpan' Separatis Pro-Rusia)

    Dalam perjanjian dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, kelompok militan pro-Rusia di Ukraina akhirnya mengembalikan dua kotak hitam Malaysia Airlines MH17 yang mereka simpan setelah jatuhnya pesawat itu pada Kamis lalu.

    Penyerahan dua kotak hitam dan 298 jenazah ini dilakukan bersamaan dengan disetujuinya resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk kasus jatuhnya MH17 di markas PBB, New York, Amerika Serikat. Resolusi yang digagas Australia dan disetujui secara bulat oleh seluruh anggota DK PBB menyerukan seluruh negara untuk bekerja sama membantu penyelamatan MH17, dan menuntut milisi membuka akses tanpa syarat apa pun untuk upaya penyelamatan dan penyelidikan.

    ANINGTIAS JATMIKA | THE STAR

    Terpopuler
    ISIS Usir Orang Kristen dengan Cara Ini
    Cerita Jokowi Laris di Media Internasional
    PBB Temukan Roket Hamas di Bangunan Sipil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.