KBRI Den Haag Terima Pemulangan Korban MH17  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas berbaris saat mengikuti upacara sebelum mengangkut peti mati berisikan sisa jasad korban Malaysia Airlines MH17 untuk dimasukkan kedalam sebuah pesawat saat akan dibawa ke Belanda saat di bandara Kharkiv, Ukraina, 23 Juli 2014. REUTERS

    Sejumlah petugas berbaris saat mengikuti upacara sebelum mengangkut peti mati berisikan sisa jasad korban Malaysia Airlines MH17 untuk dimasukkan kedalam sebuah pesawat saat akan dibawa ke Belanda saat di bandara Kharkiv, Ukraina, 23 Juli 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda, akan menerima jenazah korban kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 dari Kementerian Luar Negeri Belanda untuk dipulangkan ke Tanah Air, Rabu pukul 16.00 waktu Belanda (pukul 21.00 WIB).

    "Duta Besar Indonesia untuk Belanda, ibu Retno Marsudi, akan hadir dalam proses pemulangan tersebut yang dijadwalkan hari ini di Bandara Eindhoven," kata Koordinator Fungsi Protokoler dan Konsuler Vevie Damayanti di Delft, Belanda, Rabu.

    Menurut dia, KBRI telah menghubungi sejumlah pihak, baik yang berada di Belanda maupun Indonesia, yang anggota keluarganya menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut.

    Dia menambahkan, pemulangan 60 jenazah korban MH17 yang jatuh di wilayah Ukraina pada Kamis (17 Juli 2014) kali ini merupakan gelombang pertama.

    "Peti jenazah yang akan tiba berjumlah empat puluh," Vevie menambahkan.

    Dari 298 korban kecelakaan pesawat tersebut, 12 korban adalah warga negara Indonesia. Sementara itu, korban terbanyak berasal dari Belanda, yakni berjumlah 193 orang.

    Jenazah korban MH17 akan dibawa dengan pesawat C-130 Hercules milik pemerintah Belanda dan C-17 milik Australia. 

    Proses identifikasi jenazah yang akan dilakukan pemerintah Belanda juga melibatkan perwakilan dari Indonesia, kata Vevie.

    "Sehingga jika ada jenazah yang sudah diidentifikasi bisa langsung dibawa pulang oleh keluarganya. Jadi tidak menunggu sampai semuanya selesai diidentifikasi," dia menambahkan.

    Sementara itu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan proses identifikasi jenazah akan memakan waktu berbulan-bulan.

    "Segera setelah beberapa korban siap dipindahkan, pesawat itu akan berangkat," kata Rutte, seraya menegaskan bahwa semua jenazah korban akan dibawa ke Belanda, baru kemudian dipulangkan ke negara asal masing-masing.

    Australia, yang kehilangan 37 warganya dalam musibah itu, juga mengirimkan pakar forensik dan petugas penyelidik lain ke Eindhoven dan Ukraina.

    Begitu tiba di Eindhoven, jenazah-jenazah itu akan dibawa ke barak militer Kaporaal van Oudheusden di Hilversum yang berjarak sekitar 100 kilometer.

    Rutte enggan membicarakan kemungkinan sanksi terhadap Rusia, yang diduga memasok rudal yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat nahas itu. Dia mengatakan menteri luar negeri Uni Eropa, termasuk Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans, saat ini tengah membicarakan masalah tersebut di Brussel.

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.