Amerika dan Eropa Buat Larangan Terbang ke Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rudal diluncurkan dari helikopter Apache milik militer Israel saat menyerang jalur Gaza yang menjadi tempat persembunyian miltan Hamas di Gaza, 19 Juli 2014. (Photo credit should read JACK GUEZ/AFP/Getty Images)

    Sebuah rudal diluncurkan dari helikopter Apache milik militer Israel saat menyerang jalur Gaza yang menjadi tempat persembunyian miltan Hamas di Gaza, 19 Juli 2014. (Photo credit should read JACK GUEZ/AFP/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah maskapai penerbangan di Amerika Serikat dan Eropa membatalkan penerbangan ke wilayah Tel Aviv, Israel. Larangan ini dibuat untuk menjamin keselamatan penumpang, mengingat konflik antara Israel dan Palestina semakin memanas.

    Dikutip dari Reuters, Selasa, 22 Juli 2014, Delta Air Lines, American Airlines Group, dan United Arilines adalah operator penerbangan pertama yang mengumumkan larangan tersebut. Sejumlah operator penerbangan Eropa, termasuk Lufthansa dan Air France, menyusul mereka memberlakukan larangan yang sama.

    Air Berlin, operator penerbangan terbesar kedua di Jerman, mulai menghentikan penerbangan pada hari ini. Bahkan, sejak kemarin, beberapa maskapai mengalihkan rute atau membalikkan arah pesawat keluar dari wilayah Israel.

    Larangan ini mendapat perhatian dari komunitas penerbangan global saat masih harus mengurusi kecelakaan Malaysia Airlines MH17 yang ditembak ketika memasuki zona konflik di Ukraina timur. MH17 ditembak oleh misil milik milisi pro-Rusia. Penyerangan ini menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 298 orang.

    "Operator membuat keputusan yang tepat. Mereka secara hukum bertanggung jawab atas pengoperasian pesawat. Mereka harus lebih berhati-hati dengan pedoman yang telah mereka buat," kata Robert Mann, seorang konsultan maskapai penerbangan di New York, Amerika Serikat.

    Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan kepada semua operator penerbangan di Amerika bahwa mereka dilarang datang ke atau pergi dari Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv sampai 24 jam ke depan. Larangan disahkan setelah roket Hamas menghantam daerah Tel Aviv yang hanya berjarak 1,6 kilometer dari bandara itu.

    Namun pejabat Israel meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghubungi pihak terkait agar larangan itu dicabut. "Operator penerbangan AS tak perlu sampai melarang penerbangan dan 'menghargai' terorisme," kata Menteri Perhubungan Yisrael Katz.

    Pesan itu telah disampaikan oleh Netanyahu kepada Menteri Luar Negeri John Kerry pada Selasa kemarin. Kerry menjelaskan, larangan itu dikeluarkan semata-mata untuk melindungi para penumpang.

    "FAA terus memantau dan mengevaluasi situasi dan akan mengeluarkan perintah yang baru paling tidak dalam waktu 24 jam," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki.

    Adapun regulator penerbangan Eropa juga menjelaskan hal yang sama. Bahkan, juru bicara Badan Keselamatan Penerbangan Eropa memberlakukan larangan ini untuk semua maskapai di Eropa.

    RINDU P. HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    Kekejaman Politikus Cantik Israel pada Rakyat Gaza 
    Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua di Irak 
    Israel Hancurkan Lima Masjid di Gaza, 7 Tewas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.