Rusia Edit Isi Wikipedia Soal Kecelakaan MH17  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemberontak bersenjata pro-Rusia berjaga di depan gerbong kereta berpendingin yang menyimpan 196 jenazah penumpang pesawat Malaysian Airlines MH17 di Torez, Ukraina, 20 Juli 2014. Gerbong ini berlokasi 15 km dari lokasi jatuhnya MH17. AP/Vadim Ghirda

    Pemberontak bersenjata pro-Rusia berjaga di depan gerbong kereta berpendingin yang menyimpan 196 jenazah penumpang pesawat Malaysian Airlines MH17 di Torez, Ukraina, 20 Juli 2014. Gerbong ini berlokasi 15 km dari lokasi jatuhnya MH17. AP/Vadim Ghirda

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Rusia dan Ukraina masih saling lempar tanggung jawab tentang penyebab ditembaknya MH17 di timur Ukraina pada Kamis lalu. Ternyata, aksi saling menyalahkan ini merambah ke Internet. Pihak Rusia ketahuan ingin mengubah "sejarah" tentang kecelakaan yang merenggut nyawa seluruh penumpangnya yang berjumlah 289 ini. (Baca: Cuma di Rusia, Tragedi MH17 Tak Heboh)

    Wikipedia menerima laporan dari akun bot bernama @RusGovEdits. Bot adalah program komputer yang dijalankan di lingkungan Wikipedia yang khusus dibuat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan otomatis, termasuk melacak dan menginfokan jika ada perubahan isi yang dilakukan seseorang dari berbagai negara, termasuk Inggris dan Amerika. Khusus akun @RusGovEdit, bot melacak jika ada perubahan dari pelaku dengan IP dari Rusia. (Baca: Kereta Jenazah MH17 Tiba di Kharkhiv)

    Dalam laman itu terdapat kalimat yang tadinya berbunyi, "Teroris dari Rupublik Rakyat Donetsk menggunakan rudal yang diperoleh dari Federasi Rusia." Si pelaku kemudian menghapus kata "Federasi Rusia" dan menyebut bahwa pesawat MH17 ditembak oleh "tentara Ukraina". "Artikel di Wikipedia tentang daftar kecelakaan pesawat sipil telah diedit oleh pihak Rusia," kicau @RuGovEdits, seperti dilaporkan Wired, Selasa, 22 Juli 2014.

    Mengubah isi data di Wikipedia memang bukan hal baru. Setiap orang bisa menyunting informasi di dalamnya. Namun, jika editor Wikipedia atau pengguna lain menyadari dan melaporkan, perubahan itu bisa dikembalikan seperti semula.

    Sejumlah media memang menulis bahwa misil yang ditembakan ke arah MH17 itu adalah milik kelompok pemberontak pro-Rusia di Ukraina. Misil Buk yang mereka miliki disebut-sebut berasal dari Rusia. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin membantah hal tersebut dan meminta penyelidikan yang "obyektif" untuk menemukan pelaku sebenarnya.

    RINDU P. HESTYA | WIRED

    Berita Lain:
    Simpan Artikel di Facebook dengan Tombol 'Save' 
    Remaja Salatiga Ungguli Insinyur Oxford Bikin Jet Engine Bracket 
    Ini Kategori Ponsel Ideal Versi Lenovo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.