PM Turki Tuding Politikus Israel Mirip Hitler  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tayyip Erdogan. REUTERS/Umit Bektas

    Tayyip Erdogan. REUTERS/Umit Bektas

    TEMPO.CO, Ankara - Komentar politikus Israel, Ayelet Shaked, yang meminta agar ibu-ibu di Palestina segera dimusnahkan agar tidak melahirkan "keturunan teroris" membuat Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan berang. Dalam sebuah pidato anti-Israel, Selasa, 22 Juli 2014, Erdogan menilai Shaked mirip dengan pemimpin Nazi yang memberantas kaum Yahudi, Adofl Hitler. (Baca: Kekejaman Politikus Cantik Israel pada Rakyat Gaza)

    "Mental dan pikiran dia (Shaked) tak jauh berbeda dengan Hitler. Jika kata-kata ini dikeluarkan oleh pihak Palestina, seluruh dunia pasti akan mengamuk," kata Erdogan yang ditulis dalam harian Turki, Hurriyet, seperti dilaporkan Jerusalem Post.

    Dalam pidato itu, Erdogan berbicara dengan penuh emosi dan berjanji bahwa Ankara tidak akan menormalkan hubungan dengan Israel selama militer masih terus membunuh anak-anak tidak berdosa dan melanjutkan operasi di Gaza.

    Di sisi lain, saat dimintai komentar terkait dengan pernyataan Erdogan itu, juru bicara Shaked, Tal Benesh, hanya menyindir sambil mengatakan bahwa "ini adalah akhir untuk semua, termasuk liburan". Jerusalem Post menulis, sindiran itu mengacu pada banyaknya wisatawan Israel yang datang ke resor di Turki.

    Komentar Shaked di Facebook tentang serangan Israel-Palestina di Jalur Gaza sempat menghebohkan media sosial itu. Dalam sebuah posting-an, Shaked menuntut agar militer Israel segera menghabisi ibu-ibu Palestina agar tidak lagi melahirkan "ular kecil" di sana.

    "Mereka semua musuh, termasuk ibu dari para martir yang mengirim anaknya ke neraka dengan kecupan dan bunga. Mereka harusnya menyusul anaknya," tulis Shaked.

    RINDU P. HESTYA | JERUSALEM POST

    Berita Lain:
    Umat Kristen Irak Diminta Pindah Agama
    Bocah 9 Tahun Nikahi Wanita 62 Tahun
    Kekejaman Politikus Cantik Israel pada Rakyat Gaza


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.