Boko Haram Paksa 15 Ribu Penduduk Mengungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung timnas Nigeria membentangkan spanduk bertuliskan

    Pendukung timnas Nigeria membentangkan spanduk bertuliskan "World Unites Against Boko Haram" sebelum laga Nigeria kontra Bosnia, di Brazil, 22 Juni 2014. JUAN BARRETO/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Kano - Laporan dari Nigeria's National Emergency Management Agency (NEMA) menyebutkan, serangan yang dilakukan Boko Haram di timur laut Nigeria telah menewaskan banyak warga Nigeria dan memaksa 15 ribu penduduk meninggalkan tempat tinggalnya.

    Menurut juru bicara NEMA, Abdulkadir Ibrahim, pada Ahad, 20 Juli 2014, Boko Haram  melakukan serangan dan menewaskan 66 penduduk tewas dan menimbulkan gelombang pengungsian besar-besaran. (Baca: Malala Desak Boko Haram Bebaskan Ratusan Siswa)

    "Dari hari Kamis sampai dengan Jumat lalu kami kehilangan 46 orang di Damboa. Orang-orang yang membawa senjata menembaki warga yang berusaha pergi ke perkampungan Fori dan Kwairi. Mereka kembali membunuh 20 orang," kata juru bicara pihak keamanan di Damboa, Muhammad.

    Setelah itu milisi Boko Haram mengibarkan bendera hitam di Damboa. Pengibaran bendera milisi Islam garis keras ini sebagai tanda bahwa kota itu berada di bawah kekuasaan mereka.
    "Boko Haram telah mengambil alih Damboa, di mana dia mengibarkan bendera kelompoknya setelah melakukan serangan yang memaksa penduduk lokal untuk mengungsi," kata Muhammad. (Baca: Daftar Kekejaman Boko Haram)

    Boko Haram melakukan serangan ofensif terhadap markas militer Nigeria di Damboa, pada 4 Juli 2014, yang menewaskan 6 prajurit dan 4 polisi. Informasi dari Kementerian Pertahanan Nigeria, korban tewas dari pihak milisi mencapai 50 orang.

    Boko Haram adalah milisi Islam yang mendapat sorotan dunia internasional karena menculik 276 anak-anak dari sekolah di Nigeria pada 14 April 2014. Milisi ini mengharamkan pendidikan dari Barat diajarkan di Nigeria dan berniat mendirikan negara Islam di Nigeria. (Baca: Boko Haram, Militan yang Haramkan Pendidikan)

    CNN | VIQIANSAH DENNIS (magang) | MARIA RITA

    Baca juga:
    Sekjen PBB Kutuk Kekejaman Israel di Gaza
    Israel Bantah Hamas Tangkap Serdadunya
    AS Tuding Cina Kirim Kapal Telik Sandi
    PM Najib 'Tundukkan' Milisi Pro-Rusia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.