Senin, 22 Oktober 2018

iPad Milik Korban MH17 Kirim Pesan ke Keluarga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga boneka dan buku-buku milik anak-anak, penumpang pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di wilayah Donetsk, Ukraina, 18 Juli 2014. REUTERS/Maxim Zmeyev

    Tiga boneka dan buku-buku milik anak-anak, penumpang pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di wilayah Donetsk, Ukraina, 18 Juli 2014. REUTERS/Maxim Zmeyev

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pesawat Malaysia Air dengan nomor penerbangan MH17 jatuh di timur Ukraina Jumat dinihari pekan lalu akibat tembakan rudal oleh kelompok pro-Rusia di Donetsk. Seluruh penumpang yang berjumlah 298 tewas seketika dan seluruh bagian pesawat hancur.

    Anehnya, menurut pengakuan Menteri Pertahanan Datuk Seri Hishammuddin Hussein, seseorang sepertinya mengirim pesan dari iPad milik penumpang MH17 setelah kecelakaan. Pesan itu dituliskan dalam bahasa Rusia. (Baca: MH17 Diduga Alihkan Rute untuk Hindari Badai)

    "Di lokasi kecelakaan, seseorang sepertinya menggunakan iPad milik istri Leftenan Komandan Lee Vee Weng untuk mengirim pesan ke anggota keluarganya. Lewat akun Facebook istri Komandan, pesan itu berhasil diterima oleh adik ipar Lee di Kuala Lumpur," kata Hussein lewat akun Facebook-nya, seperti dilaporkan The Sun Daily, Ahad, 20 Juli 2014.

    Komandan Lee adalah seorang perwira dari Royal Navy Malaysia. Istrinya, yang merupakan dosen di Universiti Malaysia Sabah, adalah salah satu penumpang di MH17 yang terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

    Hussein menuturkan pihak Malaysia telah meminta Atase Militer dari Kedutaan Besar Ukraina di Kuala Lumpur untuk menghubungi orang yang menggunakan iPad itu. "Ini adalah temuan penting dalam kecelakaan," ujar Hussein.

    MH17 melakukan penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur pada Kamis sore, 17 Juli 2014, waktu setempat. Saat melewati Ukraina, pesawat itu ditembak oleh sebuah rudal yang diduga berasal dari kelompok pro-Rusia di Ukraina.

    Namun upaya penyelidikan terganggu oleh kelompok militan pro-Rusia. Mereka membatasi akses kepada pemantau internasional untuk menyelidiki MH17. Mereka mengajukan syarat, akses dibuka hanya jika pemerintah Ukraina di Kiev setuju melakukan gencatan senjata. (Baca: Buka Akses ke MH17, Pemberontak Ajukan Syarat)

    RINDU P. HESTYA | THE SUN DAILY

    Berita Lain:
    MH17 Diduga Alihkan Rute untuk Hindari Badai 
    1988, Militer AS Juga Salah Tembak Pesawat Iran 
    8 Kecelakaan Pesawat dengan Korban Terbanyak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.