Filipina Pulangkan 13 Ribu Warganya dari Libya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya terbakar. REUTERS/Esam Al-Fetori

    Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya terbakar. REUTERS/Esam Al-Fetori

    TEMPO.COManila – Situasi politik Libya yang semakin tidak stabil memaksa pemerintah Filipina melakukan evakuasi pada warganya di sana. Pada Ahad, 20 Juli 2014, Filipina telah mengumumkan evakuasi wajib bagi setiap warga Filipina di Libya.

    Mengutip laporan Xinhua, pemerintah Filipina telah menyatakan status siaga level 4 di Libya. Ini merupakan tingkat krisis tertinggi yang ditetapkan di negara-negara yang mengalami perang saudara atau konflik bersenjata. (Baca: Aktivis HAM Libya Tewas Ditembak di Rumah)

    Menurut Departemen Luar Negeri Filpina, sebanyak 13 ribu warga Filipina akan dievakuasi secepatnya dari Libya. Tak hanya itu, Deplu juga telah melarang warganya untuk melakukan perjalanan wisata atau menjadi pekerja di sana.

    Memang sebagian besar warga Filipina di Libya merupakan buruh bangunan dan kesehatan. Mereka telah diminta menghubungi Kedutaan Besar Filipina di Tripoli untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut mengenai evakuasi massal. (Baca: Arab Saudi Tutup Kantor Kedutaan di Libya)

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Terpopuler

    MH17 Diduga Alihkan Rute untuk Hindari Badai
    1988, Militer AS Juga Salah Tembak Pesawat Iran
    8 Kecelakaan Pesawat dengan Korban Terbanyak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.