KBRI Ukraina Bantu Pulangkan Korban MH17  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang nyalakan lilin dan tabur bunga di luar kedutaan Belanda untuk peringati korban Malaysia Airlines di Kiev, Ukraina, 17 Juli 2014. (AP/Sergei Chuzavkov)

    Orang-orang nyalakan lilin dan tabur bunga di luar kedutaan Belanda untuk peringati korban Malaysia Airlines di Kiev, Ukraina, 17 Juli 2014. (AP/Sergei Chuzavkov)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Ukraina akan membantu keluarga WNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di timur Ukraina pada Kamis, 17 Juli 2014. "Kami fokus memfasilitasi kedatangan keluarga korban untuk proses identifikasi dan pemulangan jenazah WNI kembali ke Indonesia," kata Erly Wijayani, Sekretaris Kedua Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Kyiv Ukraina melalui surat elektronik, Sabtu, 19 Juli 2014. (Baca: Milisi Penembak MH17: Kami Menembak Mayat)

    Hingga saat, menurut Erly, KBRI masih mengklarifikasi agar tidak ada informasi yang simpang siur mengenai jumlah korban berikut identitasnya. Dari informasi resmi yang telah dikeluarkan Malaysia Airlines, jumlah WNI yang menjadi korban tragedi penyerangan pesawat ini berjumlah 12 orang. (Baca: Igor Strelkov, Milisi yang Tertawa Saat MH17 Jatuh)

    KBRI Kyiv, Erly melanjutkan, berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak di Ukraina, baik Kementerian Luar Negeri Ukraina, Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Kementerian Pertahanan Ukraina, serta beberapa kedutaan asing yang warganya turut menjadi korban MH17. "Koordinasi terus dilakukan untuk mengetahui tindak lanjut penanganan jenazah," ujarnya. (Baca: Penumpang MH17 Punya Firasat Bakal Celaka)

    Erly mengatakan pada 17 Juli 2014 lalu Presiden Ukraina Petro Prorohenko memerintahkan pembentukan Komisi Keadaan Darurat yang bertugas menyelidiki peristiwa tersebut. Komisi ini dipimpin oleh Volodymyr Groisman, Deputi Perdana Menteri Ukraina. Erly mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima KBRI, pemerintah Ukraina akan membuka posko evakuasi jenazah korban di Kota Kharkiv atau Mariopol untuk identifikasi. (Baca: Polri Turunkan Tim untuk Identifikasi Korban MH17)

    Kementerian Luar Negeri Ukraina sejak 17 Juli kemarin juga membuka Unit Reaksi Darurat yang dapat dihubungi selama 24 jam untuk memperoleh informasi lanjutan bagi keluarga korban dan kedutaan negara asing. Berikut kontak unit reaksi darurat, telepon +380442796206, +380442381657, juga kontak melalui fax di nomor +380442531124. Unit juga dapat dihubungi melalui surat elektronik di cons_vor2@mfa.gov.ua.

    KBRI Kyiv Ukraina juga dapat dikontak melalui Erly Wijayani, Sekretaris Kedua Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Kyiv Ukraina di +380504103716 atau melalui Bayunto Samba, Sekretaris Kedua Fungsi Ekonomi KBRI Kyiv Ukraina di +380504109357, dan Judika Madhuri, Sekretaris Ketiga Fungsi Politik KBRI Kyiv, di +380950196637.

    MAYA NAWANGWULAN

    Topik terhangat:
    MH17 | Pemilu 2014 | Ramadan 2014 | Tragedi JIS | Hasil Pilpres 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    Jelang Lebaran, Mal Gelar Midnite Sale Lagi
    Mangindaan Bantah Demokrat Ikut Koalisi Permanen
    Gary Neville Raih Gelar Doktor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.