Korban MH17 dari Bali Kirim Foto Sebelum Terbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Ukraina, Petro Poroshenko menggelar jumpa pers terkait ditembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di di Kiev, Ukraina, 17 Juli 2014. Petro Poroshenko bersikeras bahwa pasukannya tidak menembak jatuh pesawat tersebut. (AP Photo)

    Presiden Ukraina, Petro Poroshenko menggelar jumpa pers terkait ditembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di di Kiev, Ukraina, 17 Juli 2014. Petro Poroshenko bersikeras bahwa pasukannya tidak menembak jatuh pesawat tersebut. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Denpasar - Sebelum terbang ke Indonesia dengan pesawat MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina, tiga korban dari Bali ternyata sempat mengirim foto bersama ke keluarganya via pesan BlackBerry. Yodricunda Theistiasih Titihalawa mengambil foto di Bandara Schiphol, Amsterdam. "Foto mereka bertiga lalu dikirimkan ke kami," kata kakak sepupu korban, Martha Titihalawa, di Denpasar, Jumat, 18 Juli 2014.

    Selain Yodricunda, yang akrab dipanggil Odi, korban yang lain adalah Arnol Huizen (suami) dan anaknya, Yelena Clarice Huizen. Keluarga yang tinggal di Perumahan Lotus Jimbaran ini berangkat ke Belanda pada 26 Juni 2014. "Tidak ada firasat apa-apa sebelum kejadian ini," kata Martha. (Berita terkait: MH17 Jatuh, Rusia: Ukraina Juga Punya Rudal Buk-M1)

    Martha mendengar kabar pesawat meledak dari keluarganya di Belanda sekitar pukul 13.00 Wita dan langsung lemas ketika menghidupkan televisi lalu menyimak berita. Martha menyebutkan kini pihaknya telah dihubungi keluarga di Belanda yang mengurus pemulangan korban MH17 itu ke Bali. "Jadwalnya belum pasti, tapi kami diminta bersiap-siap," ujarnya. (Baca: Soal MH17, Cina: Kami Ikut Berduka)

    Di Bali, Arnoll yang berkewarganegaraan Belanda bekerja sebagai pengajar. Adapun Odi bekerja sebagai Marketing Manager Fashion Hotel di Legian. "Mereka pulang ke Amsterdam untuk mengurus administrasi kewarganegaraan Yelena karena sudah berusia 2 tahun," kata Martha.

    Karena kedua orang tuanya memiliki kewarganegaraan yang berbeda, maka sesuai undang-undang, Yelena sebagai anak memiliki dua kewarganegaraan dan bisa memilih salah satu setelah usianya cukup dewasa. Namun dia harus dicatatkan pada pihak berwenang di Indonesia maupun Belanda. (Baca juga: Putri Kepala Pramugari MH370 Doakan Korban MH17)

    Salah satu rekan korban, Lukas Bundi, menyebut Odi sebagai sahabat yang menyenangkan bagi semua orang yang mengenalnya. "Kami sangat bersedih, tetapi harus rela melepaskan kepergiannya," ujarnya. Rekan-rekan Odi di Fashion Hotel bersama keluarga besar rencananya akan mengadakan doa khusus bagi Odi dan korban yang lain. 

    ROFIQI HASAN (DENPASAR)

    Berita Lain:
    Penumpang MH17 Punya Firasat Bakal Celaka 
    MH17 Lewat Dekat Zona Perang Demi Irit BBM?
    Pesawat Malaysia Airlines Jatuh di Ukraina  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.