Rusia Tembak Jatuh Jet Tempur Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bom tertancap ditanah setelah perperangan antara seperatsi pro-Rusia dengan pasukan Ukraina di Slovyansk, Ukraina timur (11/7).Pemberontak juga menolak meletakkan senjata dan telah meledakkan banyak jembatan dan pos pemeriksaan menuju Donetsk sebagai persiapan untuk bertempur. AP/Dmitry Lovetsky

    Sebuah bom tertancap ditanah setelah perperangan antara seperatsi pro-Rusia dengan pasukan Ukraina di Slovyansk, Ukraina timur (11/7).Pemberontak juga menolak meletakkan senjata dan telah meledakkan banyak jembatan dan pos pemeriksaan menuju Donetsk sebagai persiapan untuk bertempur. AP/Dmitry Lovetsky

    TEMPO.CO, Moskow - Pesawat tempur Rusia menembak jatuh jet serbu Ukraina SU-25 di sebelah timur wilayah Ukraina. Keterangan tersebut disampaikan militer Ukraina sebagaimana dikutip Al Jazeera, Kamis, 17 Juli 2014.

    Juru bicara Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Andriy Lysenko, Kamis, 17 Juli 2014, mengatakan pesawat tersebut ditembak jatuh pada Rabu malam waktu setempat, 16 Juli 2014, oleh sebuah misil udara tapi pilot berhasil selamat.

    Menurut kantor berita Reuters, penembakan itu dilaporkan merupakan insiden ketiga dalam pekan ini. Sebelumnya, pada pekan ini, pejabat di Kiev mengatakan bahwa pesawat angkut militer Ukraina ditembak pada Senin, 14 Juli 2014, di sepanjang wilayah perbatasan negaranya dengan Rusia. "Akibat penembakan itu, delapan orang di dalam pesawat tewas," demikian pernyataan militer Ukraina.

    Para pejabat Ukraina mengutuk ulah Moskow. Adapun Rusia menolak tuduhan bahwa mereka membantu separatis Ukraina di wilayah timur. Adapun kantor berita AP melaporkan penembakan dua jet tempur Ukraina U-25 dilakukan oleh pemberontak pro-Rusia.

    Kantor Kementerian Pertahanan Ukraina menerangkan jet kedua telah dihantam oleh misil udara, tetapi pilot pesawat tersebut sama sekali tidak cedera dan berhasil mendarat dengan selamat.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.