Provinsi Quezon Paling Parah Diamuk Rammasun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang mengantri mendapatkan pengobatan setelah rumah mereka diterpa Topan Rammasun di sebuah sekolah di Manila (16/7). Topan Rammasun menewaskan 10 orang dan membuat 370.000 orang mengungsi. AP

    Sejumlah orang mengantri mendapatkan pengobatan setelah rumah mereka diterpa Topan Rammasun di sebuah sekolah di Manila (16/7). Topan Rammasun menewaskan 10 orang dan membuat 370.000 orang mengungsi. AP

    TEMPO.COManila – Topan Rammasun sudah mulai bergerak menjauh dari Filipina meninggalkan 20 korban jiwa dan memporakporandakan Manila, ibu kota Filipina. Badai telah merobohkan pohon-pohon dan tiang listrik, membuat pemadaman listrik semakin meluas.

    “Dalam aspek infrastruktur, sepertinya Provinsi Quezon yang paling terpengaruh,” kata Laksamana Alexander Parma, direktur eksekutif Badan Bencana Nasional Filipina, seperti dikutip Reuters, Kamis, 17 Juli 2014. Sebuah survei udara menunjukkan, sekitar 95 persen wilayah di Quezon rusak.

    Gubernur Quezon David Suarez mengatakan wilayahnya segera mengumumkan keadaan bencana. Ia menambahkan, setidaknya 7 orang tewas di provinsi tersebut.

    Topan Rammasun atau yang dikenal dengan sebutan Glenda di Filipina, telah mempengaruhi hampir setengah juta warganya dengan 420 ribu orang dipaksa mengungsi. Topan terbesar tahun ini menghantam Manila hingga memasuki kategori tiga. (Baca: Badai Rammasun Lumpuhkan Manila)

    Dua puluh orang dilaporkan tewas sedangkan lima lainnya masih hilang. Sebagian besar dari mereka terkena pohon dan tiang listrik yang tumbang. Jumlah kematian mungkin akan meningkat mengingat sejumlah bangunan hancur akibat topan ini. (Baca: Tiga nelayan Filipina Hilang Akibat Topan Rammasun)

    Rammasun yang dalam bahasa Thailand berarti Dewa Petir, bergerak melintasi Samudra Pasifik dengan kecepatan angin 250 kilometer per jam. Badai ini lebih dulu menghantam desa nelayan miskin di sebelah timur kepulauan Filipina. Kekuataannya mulai melemah ketika melintasi pulau utama Luzon ke arah Laut Cina Selatan kemarin sore.

    Setiap tahun Filipina dilanda 20 badai besar. November tahun lalu, Topan Haiyan menghantam Kepulauan Samar dan Leyte dan menewaskan 7.300 orang. Kemarin, wilayah itu juga sempat terkena imbas angin kencang dan hujan sedang. Kepanikan warga korban badai Haiyan pun tak terelakkan terjadi dengan munculnya topan Rammasun.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler
    Bendera Palestina Diturunkan Paksa di Singapura
    Obama Jadi Tuan Rumah Buka Puasa di Gedung Putih
    Hamas Tolak Usulan Damai Mesir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.