Israel Sebar Selebaran Mengungsi, Warga Gaza Cuek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelayat membawa mayat para mujahid Palestina yang tewas akibat terkena serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di kamp pengungsi Rafah, di Jalur Gaza, 11 Juli 2014. Lebih dari 100 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel selama empat hari. (AP Photo)

    Pelayat membawa mayat para mujahid Palestina yang tewas akibat terkena serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di kamp pengungsi Rafah, di Jalur Gaza, 11 Juli 2014. Lebih dari 100 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel selama empat hari. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel menyerukan agar 100 ribu warga Gaza segera meninggalkan rumah mereka menyusul semakin masifnya serangan militer Israel dalam sembilan hari terakhir. Namun imbauan tersebut tak digubris oleh warga setempat yang masih memilih bertahan.

    Angkatan udara Israel menjatuhkan selebaran yang berisi peringatan agar warga Palestina mengungsi dari wilayah Gaza. Israel menyebarkan seruan bagi warga di wilayah Zeitun dan Shejaiya, dua distrik di timur Kota Gaza yang menjadi target utama serangan roket Israel, untuk mengungsi. Sebuah pesan yang sama dikirim ke warga Beit Lahiya di bagian utara.

    Namun peringatan-peringatan itu tidak berdampak apa pun, dan hanya sedikit warga yang meninggalkan rumah mereka. Terlihat justru anak-anak mengambil kertas selebaran dan menjadikannya sebuah mainan, bahkan beberapa ada yang merobek dan menghambur-hamburkan potongan kertas selebaran itu.

    "Mereka menjatuhkan kertas-kertas selebaran dari atas pesawat yang meminta warga untuk pergi. Ke mana kami harus pergi?" kata Faisal Hassan, warga yang tinggal di Zaitun seperti dilansir Channel News Asia, Rabu, 16 Juli 2014. "Saya tidak akan pergi dari rumah, apa pun yang terjadi. Saya punya lima anak, kami tidak punya cadangan makanan, tidak ada penghasilan. Kami akan tetap di sini dengan perlindungan Tuhan."

    Kelompok Hamas juga meminta warga Gaza mengabaikan peringatan Israel tersebut. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan (dari selebaran peringatan). Tidak perlu merespons mereka dalam cara apa pun. Ini bagian dari perang psikologi, untuk menyerang pertahanan domestik," demikian bunyi pernyataan kelompok Hamas.

    Sejauh ini, serangan militer Israel telah menewaskan 208 warga Palestina, dan lebih dari 80 persen korban tewas adalah warga sipil. Dan kelompok militan Hamas telah menembakkan 1.200 roket ke wilayah Israel, yang kemudian menewaskan satu warga sebagai korban pertama di pihak Israel.

    Untuk mencari perlindungan terhadap serangan operasi Israel, Presiden Palestina Mahmud Abbas tengah melakukan lawatan ke Mesir dan Turki untuk meminta dukungan regional agar pertempuran bisa segera diakhiri. Sejauh ini, gempuran serangan Israel masih terus terjadi setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir gagal terwujud.

    CHANNEL NEWS ASIA | ROSALINA

    Topik terhangat:
    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

    Berita terpopuler:
    Saking Miskinnya, Nenek Ginem Makan Bangkai
    NASA: Kami Akan Temukan Kehidupan di Luar Bumi
    Singgung Rasul, Ini Klarifikasi Quraish Shihab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.