Kereta Bawah Tanah Moskow Anjlok, 21 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tim medis dan anggota keamanan menggotong seorang penumpang kereta bawah tanah yang terluka di luar stasiun di Moskow, Rusia, 15 Juli 2014. Sekitar 5 penumpang meninggal dan ratusan terluka akibat anjloknya rangkaian kereta bawah tanah. REUTERS

    Sejumlah tim medis dan anggota keamanan menggotong seorang penumpang kereta bawah tanah yang terluka di luar stasiun di Moskow, Rusia, 15 Juli 2014. Sekitar 5 penumpang meninggal dan ratusan terluka akibat anjloknya rangkaian kereta bawah tanah. REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow - Setidaknya 21 orang tewas akibat kereta bawah tanah Moscow Metro di Stasiun Park Pobedy anjlok pada Selasa, 15 Juli 2014, saat jam sibuk pada pagi hari. Akibat kecelakaan ini, 136 orang juga dibawa ke rumah sakit dan 42 di antaranya dalam keadaan sekarat.

    Tim penyelamat berhasil menemukan tujuh mayat dan masih mencari 12 orang lainya yang diduga masih terjebak di dua gerbong hingga Selasa sore. Lebih dari seribu orang dievakuasi dari kereta yang terjebak di antara dua stasiun itu.

    "Penyelamatan ini sudah berlangsung selama 12 jam. Dari dua korban terakhir yang ditemukan, satu adalah warga Cina dan satu lagi Tajikistan," kata pejabat kesehatan, seperti dilaporkan Fox News.

    Dalam sebuah video yang dirilis oleh Kementerian Situasi Darurat, beberapa gerbong kereta terlihat tergelincir hingga membentuk lingkaran dan menabrak terowongan. Tim penyelamat yang datang segera membuka paksa pintu dan menyelamatkan korban.

    "Akibat kecelakaan ini, pejabat kereta tidak hanya akan dipecat, tapi juga dikenakan hukuman kejahatan," kata Wali Kota Moskow Sergio Sobyanin tanpa menyebutkan nama pejabat kereta yang dimaksud.

    Moscow Metro adalah sistem kereta bawah tanah yang paling terkenal di dunia karena interior yang mewah dan transportasi andalan yang cepat. Polisi mengatakan kejadian seperti ini sangat jarang terjadi dan cukup mengejutkan warga.

    Adapun Stasiun Park Pobedy adalah salah satu stasiun kereta bawah tanah yang paling dalam di Moskow, sekitar 270 meter. Hal ini membuat tim penyelamat sulit melakukan evakuasi korban.

    RINDU P. HESTYA | FOX NEWS

    Berita Lain:
    Bandara Tripoli Digempur, 90 Persen Pesawat Hancur
    Bocah 3 Tahun Hidup Lagi Saat Akan Dimakamkan
    Israel: Roket Hamas Putuskan Pasokan Listrik Gaza  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.