Tabrakan Kapal, 19 WNI Hilang di Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi maritime Malaysia mengangkut dua mayat diduga imigran gelap Indonesia yang tenggelam bersama 97 lainnya saat menaiki perahu kayu di lepas pantai barat, Kuala Lumpur, Malaysia, 18 Juni 2014. Pejabat Malaysia mengatakan, sedikitnya 66 imigran gelap Indonesia hilang. REUTERS

    Polisi maritime Malaysia mengangkut dua mayat diduga imigran gelap Indonesia yang tenggelam bersama 97 lainnya saat menaiki perahu kayu di lepas pantai barat, Kuala Lumpur, Malaysia, 18 Juni 2014. Pejabat Malaysia mengatakan, sedikitnya 66 imigran gelap Indonesia hilang. REUTERS

    TEMPO.CO, Johor Baru – Dua orang tewas dan 19 lainnya dikhawatirkan tenggelam setelah sebuah kapal yang mengangkut 80 imigran gelap asal Indonesia dilaporkan terbalik di Tanjung Piai dekat Distrik Pontian, Johor Baru, Malaysia, pada Selasa pagi waktu setempat, 15 Juli 2014.

    Kepada kantor berita Bernama, Asisten Direktur Operasi Penyelamatan Mohd Rizal Buang menyatakan korban tewas terdiri atas seorang wanita dan pria. Ia menambahkan, sepuluh korban luka dibawa ke Rumah Sakit Sultanah Aminah. Adapun 49 orang lainnya dilaporkan selamat.

    Saat ini 20 personel dari tim penyelamat telah diterjunkan ke lokasi untuk mencari 19 orang yang masih hilang. (Baca: Kapal Angkut 27 TKI Tenggelam di Perairan Malaysia.) Tim penyelamat sudah disiagakan sejak pukul 01.33 waktu setempat saat ada laporan sebuah kapal tenggelam lantaran bertabrakan dengan pasukan Ops Tumpas dari Badan Penegakan Maritim Malaysia di wilayah sekitar 6 kilometer dari Pulau Pisang.

    ANINGTIAS JATMIKA | BERNAMA

    Terpopuler

    Israel Serang Masjid, Sekolah, dan Rumah Sakit
    Paus Fransiskus: 1 dari 50 Pastor Pedofil 
    Roket Nyasar di Mesir, Delapan Tewas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.