Inggris Segera Miliki Pastor Wanita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana gereja Katolik saat malam di Carnot, Republik Afrika Tengah (16/4). Pengungsi Muslim telah berlindung dibawah naungan Pendeta Justin Nary dan rekan-rekannya yang merawat mereka menghindari pertempuran sejak awal Februari 2014. AP/Jerome Delay

    Suasana gereja Katolik saat malam di Carnot, Republik Afrika Tengah (16/4). Pengungsi Muslim telah berlindung dibawah naungan Pendeta Justin Nary dan rekan-rekannya yang merawat mereka menghindari pertempuran sejak awal Februari 2014. AP/Jerome Delay

    TEMPO.CO, York – Inggris akhirnya akan memiliki pastor wanita setelah perdebatan selama berabad-abad atas langkah modernisasi ini. Setelah melalui perdebatan selama lima jam pada Senin, 14 Juli 2014, di Universitas York, Inggris, General Synod, sebuah badan pengawas Dewan Gereja Inggris (Chruch of England) sepakat untuk mengabulkan permohonan tersebut.

    Mengutip laporan Telegraph, Dewan Gereja akan melakukan amandemen atas aturan yang berlaku selama ini setelah hasil voting menunjukkan sebanyak 251 orang setuju, 72 menolak, dan 10 lainnya abstain. Pertemuan ini dihadiri sejumlah uskup, pastor, dan kalangan lainnya.

    Hasil pertemuan ini kemudian akan dibawa ke Parlemen Gereja serta Majelis Rendah dan Majelis Tinggi Parlemen Inggris untuk mendapat pertimbangan lebih lanjut. Jika usulan ini diterima Parlemen, Dewan Gereja akan menggelar pertemuan pada 17 November mendatang guna menyatakan secara resmi bahwa wanita bisa menjadi pemimpin gereja.

    Kontroversi tentang boleh-tidaknya perempuan sebagai pastor di Gereja Anglikan Inggris sebenarnya sudah ada putusan. Tepatnya lebih 20 tahun lalu Gereja Inggris memutuskan perempuan dapat menjadi pastor. Hanya, kelompok-kelompok penentang tetap menolaknya. Nah, sekarang hampir semua kelompok oposisi itu menerima putusan yang membolehkan perempuan sebagai pastor.

    Kekhawatiran yang selalu muncul dari para pendukung perempuan sebagai pastor adalah pastor perempuan tidak sepenuhnya memiliki wewenang menjalankan tugas.

    Kesepakatan yang diambil pada Senin, 14 Juli 2014, dianggap sejarah besar dalam Gereja Anglikan Inggris. Adapun perempuan menjadi pastor sudah biasa di Gereja Anglikan di negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Kanada, Afrika Selatan, Australia, dan Selandia Baru.  

    ANINGTIAS JATMIKA | TELEGRAPH | REUTERS | BBC

    Terpopuler

    Israel Serang Masjid, Sekolah, dan Rumah Sakit
    Paus Fransiskus: 1 dari 50 Pastor Pedofil 
    Roket Nyasar di Mesir, Delapan Tewas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.