Iran Ajak OKI Cari Solusi untuk Palestina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina berusaha melewati pagar agar bisa memasuki wilayah Mesir di perbatasan dekat Jalur Gaza di Rafah, 10 Juli 2014. AP/Eyad Baba

    Warga Palestina berusaha melewati pagar agar bisa memasuki wilayah Mesir di perbatasan dekat Jalur Gaza di Rafah, 10 Juli 2014. AP/Eyad Baba

    TEMPO.CO, Teheran -Invasi Israel di jalur Gaza mendapat perhatian besar dari seluruh dunia, termasuk Iran. Negara yang juga berada di wilayah Timur Tengah ini telah menyerukan Organization of Islamic Cooperation atau Organisasi Kerjasama Islam (OIC) untuk melanjutkan upaya-upaya guna mengakhiri kekerasan Israel terhadap Palestina.

    Dilaporkan Press TV hari ini, dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal OIC Iyad Ameen Madani, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyerukan digelarnya konsultasi antara negara-negara anggota OIC. Konsultasi ini  untuk menemukan solusi guna mencegah tindakan yang tidak manusiawi yang dilakukan Israel.

     Tak hanya itu, sebuah pertemuan juga telah dilakukan oleh Komite Eksekutif OIC yang berlangsung pada Kamis pekan lalu di Jeddah, Arab Saudi. Dalam pertemuan itu, mereka mengutuk  kejahatan Israel terhadap remaja Palestina, Abu Khdeir, yang dibakar hidup-hidup. Dari sinilah, OIC kemudian menyerukan solidaritas untuk rakyat Palestina.

    Dalam pertemuan itu, Hamidreza Dehqani, wakil tetap Iran di OIC menyebut tindakan Israel sebagai ‘kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan’. Mewakili rakyat Iran, Dehqani mendesakDewan Keamanan PBB, Dewan HAM PBB, dan Mahkamah Pidana Internasional untuk segera mengambil tindakan terhadap kekejaman Israel.

     PRESS TV | ANINGTIAS JATMIKA

    Baca juga:
    Petani Duga Ada Lonjakan Impor Pasta Cabai
    Anas: Saya Tak Tahu Soal "Bom"
    Suplai Cabai Dialihkan, Petani Anggap Bukan Solusi
    Bekas Bos Lembaga Survei Pro-Prabowo Buka-bukaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.