Wanita Ini Kirim Ribuan Pesan ke Mantan Pacar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • speakingofchina.com

    speakingofchina.com

    TEMPO.CO, Albuquerque - Demi cinta, orang mau melakukan apa saja, seperti yang dilakukan Linda Murphy. Setelah putus dari pacarnya, William Ryan, ia melakukan hal "ekstrem", yaitu dengan menelepon sebanyak 77.639 kali per pekan bersamaan dengan 1.937 e-mail, 41.229 pesan singkat, 217 pesan suara, dan 647 surat. Akibatnya, Linda harus rela ditahan oleh kepolisian Albuquerque, Meksiko.

    Menurut seorang temannya, Linda termasuk kekasih yang memiliki rasa cemburu berlebihan pada pasangannya. Dengan Ryan, Linda baru menjalin kisah cinta selama tiga pekan.

    Namun, sepertinya Ryan terganggu oleh rasa cemburu Linda. Bayangkan, dalam sehari, Linda akan menelepon lebih dari tiga kali, baik ke telepon pribadi atau rumah Ryan. (Baca: 73 Persen Pria Putus dengan Pacar Lewat SMS)

    Melihat tingkat kekasihnya yang "berlebihan", Ryan memilih untuk mengakhiri hubungan dengan Linda. Namun, wanita 28 tahun itu tidak terima. Setelah putus, Linda terus "meneror" dengan mendatangi rumah Ryan setiap malam selama satu pekan. Ia terus memanggil-manggil Ryan dan meminta hubungannya kembali seperti semula.

    "Klien saya sangat tidak bisa tidur, bekerja, atau menikmati hidupnya. Ini membuatnya depresi," kata pengacara Ryan, James Kilroy, seperti dikutip dari World Daily Report.

    Lewat Kilroy, Ryan mengaku lega setelah Linda akhirnya ditangkap oleh polisi. Ia berharap Linda menerima bantuan medis dan diberikan hukum tegas agar tidak lagi melakukan hal ekstrem itu lagi padanya.

    RINDU P. HESTYA | WORLD DAILY REPORT

    Berita Lain:
    Israel: Serangan Selesai Jika Tujuan Kami Tercapai
    Cucu Sultan Johor Terseret Kasus Pembunuhan Model
    Pemimpin ISIS Pakai Arloji Rolex Jadi Perbincangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.