Israel Bombardir Masjid Gaza

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan Masjid Al-Tawfeeq hancur usai terkena rudal yang dilancarkan oleh militer Israel ke Jalur Gaza, 12 Juli, 2014. Serangan udara Israel tersebut menargetkan pengungsian kelompok militan Hamas di Gaza. (AP Photo)

    Bangunan Masjid Al-Tawfeeq hancur usai terkena rudal yang dilancarkan oleh militer Israel ke Jalur Gaza, 12 Juli, 2014. Serangan udara Israel tersebut menargetkan pengungsian kelompok militan Hamas di Gaza. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan udara Israel mulai menarget masjid di Jalur Gaza di Palestina. Sampai hari ini, korban tewas mencapai 120 orang, termasuk di antaranya wanita dan anak-anak. Belum ada tanda-tanda Israel mengurangi intensitas serangan.

    Serangan Israel memasuki hari kelima hari ini dalam upaya yang mereka sebut untuk menghentikan serangan roket tanpa henti terhadap warganya oleh Hamas. Tidak ada korban jiwa di pihak Israel. Sebaliknya, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Kidra, selain korban tewas di pihak Palestina, sebanyak 920 orang mengalami luka-luka. Puluhan korban tewas adalah warga sipil, meskipun rincian yang tepat masih belum jelas.

    Hamas menyatakan serangan udara Israel hari ini menyasar dua masjid. "Pengeboman dua masjid di Gaza semalam menunjukkan bagaimana barbarnya mereka," kata Husam Badran, juru bicara Hamas di Doha, Qatar.

    Militer Israel merilis sebuah foto udara dari masjid yang dihancurkan. Namun mereka menyatakan masjid hanya kedok untuk menyembunyikan roket. Menurut mereka, kelompok Hamas menyalahgunakan tempat ibadah untuk menyembunyikan senjata dan membangun jaringan terowongan bawah tanah.

    "Hamas secara sistematis mengeksploitasi dan memilih untuk menempatkan warga Palestina di Gaza dalam bahaya dan terus mencari posisi mereka di antara daerah-daerah sipil dan masjid," kata Letnan Kolonel Peter Lerner, juru bicara militer Israel.

    Militan Gaza telah menembakkan sekitar 700 roket dan mortir terhadap Israel dalam lima hari pertempuran. Iron Dome, sistem pertahanan yang didanai Amerika Serikat, telah dicegat lebih dari 130 roket.

    Militer Israel menyatakan telah menyerang lebih dari 1.100 sasaran, termasuk peluncur roket, pusat komando dan manufaktur senjata, serta fasilitas penyimpanan. Serangan itu merupakan pertempuran paling sengit sejak serangan yang sama pada bulan November 2012 untuk menghentikan tembakan roket Gaza. Pecahnya kekerasan mengikuti penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel di Tepi Barat, serta penculikan dan pembunuhan seorang remaja Palestina dalam serangan balas dendam beberapa pekan kemudian.

    AP | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?