Jurnalis Palestina Jadi Sasaran Roket Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota kepolisian Palestina menyelusuri reruntuhan gedung dan rumah usai hancur akibat serangan udara yang dilancarkan oleh militer Israel di Gaza, 10 Juli 2014. Serangan selama 3 hari tersebut telah menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina. REUTERS

    Seorang anggota kepolisian Palestina menyelusuri reruntuhan gedung dan rumah usai hancur akibat serangan udara yang dilancarkan oleh militer Israel di Gaza, 10 Juli 2014. Serangan selama 3 hari tersebut telah menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina. REUTERS

    TEMPO.CO, Gaza - Wartawan Palestina, Hamed Shehab, ditemukan tewas dalam serangan roket Israel dalam perjalanan pulang ke Jalan Omar al-Mukhtar, kota tersibuk di Gaza, setelah bertugas di daerah konflik itu.

    Dikutip dari Al-Jazeera, Jumat, 11 Juli 2014, Shehab tewas saat sedang mengendarai mobil dinasnya yang ditempeli logo Media 24 TV, tempat ia bertugas. Menurut laporan, sebuah roket dari Israel tiba-tiba menghantam daerah tempat Shehab lewat. Shehab dan delapan lainnya tewas seketika akibat kejadian itu.

    Tubuh Shehab yang telah hancur, terbakar, dan hampir tidak dikenali itu kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Shifa. Di dalam mobilnya terdapat sejumlah pecahan kaca. Darah juga berceceran di mana-mana. (Baca: Abbas Tuding Israel Perangi Semua Warga Palestina)

    "Israel sepertinya tidak lagi menargetkan Hamas, tapi juga warga sipil dan wartawan," kata Abed Afifi, salah satu jurnalis Palestina untuk media Al Mayadeen.

    Kematian Shehab ini memicu kemarahan di kalangan jurnalis Palestina. Mereka menilai Israel sengaja melakukan hal ini untuk "menutup mulut" pencari berita seperti Shehab. (Baca: Serangan Israel ke Palestina, Dunia Terbelah)

    "Kejadian ini dilakukan untuk menghancurkan pekerja media profesional di Palestina yang bekerja siang dan malam untuk menunjukkan kebrutalan Israel. Ini adalah kejahatan, tapi para wartawan tidak akan menghentikan misi ini," kata Ihbab al-Ghussein, dari Departemen Dalam Negeri di Gaza.

    Sindikat jurnalis Palestina juga mengecam kejadian ini. "Ini adalah hal yang disengaja untuk melemahkan jurnalis Palestina dalam memberikan fakta tentang kengerian di Jalur Gaza," kata juru bicara sindikat tersebut.

    RINDU P. HESTYA | AL- JAZEERA

    Berita Lain:
    Obama Telepon Netanyahu Beri Dukungan ke Israel
    Libanon Serang Israel dengan Roket
    Produk Israel yang Diserukan untuk Diboikot di AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.