PBB: Serangan Israel Cederai Hukum Internasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak Palestina menangis di balik pagar perbatasan Rafah saat berusaha menyebrang ke wilayah Mesir bersama keluarganya di Jalur Gaza, 10 Juli 2014.  Setidaknya 74 warga yang sebagian besar sipil terbunuh dalam serangan udara Israel. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Seorang anak Palestina menangis di balik pagar perbatasan Rafah saat berusaha menyebrang ke wilayah Mesir bersama keluarganya di Jalur Gaza, 10 Juli 2014. Setidaknya 74 warga yang sebagian besar sipil terbunuh dalam serangan udara Israel. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    TEMPO.CO, New York - Pejabat tinggi hak asasi manusia PBB mengatakan serangan udara Israel di Gaza melanggar hukum internasional yang melarang penargetan warga sipil. Menurut laporan Guardian, korban jiwa akibat serangan itu meningkat menjadi lebih dari seratus orang.

    Menurut Navi Pillay, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, militer Israel harus mematuhi hukum internasional. "Kami telah menerima laporan sangat mengganggu bahwa banyak korban sipil, termasuk anak-anak, terjadi sebagai akibat dari serangan itu," kata Pillay. "Laporan tersebut menimbulkan keraguan serius tentang apakah serangan Israel telah sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia internasional."

    Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan dua warga Palestina tewas dan tiga terluka dalam serangan udara Israel pada hari Jumat, yang membawa korban tewas menjadi seratus orang.

    Roket-roket Hamas diluncurkan dengan sasaran kota-kota di Israel. Namun sejauh ini belum ada korban jiwa di pihak Israel yang dilaporkan.

    Sayap bersenjata Hamas, Izz el-Deen al-Qassam, pada hari Jumat menyatakan bahwa serangan mereka dimaksudkan untuk memukul Bandara Internasional Ben-Gurion di Tel Aviv.

    Gedung Putih menyatakan pada Kamis malam bahwa Barack Obama telah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menawarkan diri untuk menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas. "Amerika Serikat tetap siap untuk memfasilitasi penghentian permusuhan, termasuk kembali ke kesepakatan gencatan senjata November 2012," demikian pernyataan Gedung Putih.

    Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan gencatan senjata itu "lebih mendesak dari sebelumnya" setelah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada Kamis. Vladimir Putin, Presiden Rusia, juga mendesak Netanyahu untuk mempertimbangkan gencatan senjata.

    Riyad Mansour, Duta Besar Palestina untuk PBB, menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk bertindak segera guna melindungi nyawa warga sipil. "Nyawa warga Palestina terancam tiap menit," katanya.

    Namun, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Kamis, Netanyahu mengisyaratkan bahwa aksi militer Israel di Gaza tak akan selesai dalam waktu dekat. "Sejauh ini pertempuran tersebut mengalami kemajuan seperti yang direncanakan, tapi kita bisa mengharapkan tahap lanjutan ke depan. Sampai sekarang, kami telah memukul Hamas dan organisasi teror," katanya.

    GUARDIAN | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.