Serangan Israel Renggut 100 Nyawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan salat jenazah untuk delapan jenazah anggota keluarga Palestina dari Al-Haj yang tewas akibat serangan udara yang dilancarkan militer Israel ke jalur Gaza, Palestina, 10 Juli 2014. Setidaknya 74 warga Palestina tewas. REUTERS

    Warga melakukan salat jenazah untuk delapan jenazah anggota keluarga Palestina dari Al-Haj yang tewas akibat serangan udara yang dilancarkan militer Israel ke jalur Gaza, Palestina, 10 Juli 2014. Setidaknya 74 warga Palestina tewas. REUTERS

    TEMPO.CO, Gaza - Jumlah korban tewas di Jalur Gaza akibat serangan udara Israel menembus angka 100 orang. Angka ini dirilis oleh sumber dari kubu Palestina. Dua korban teranyar adalah pengendara mobil di kawasan Bureij.

    Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, selain menimbulkan korban tewas, serangan Israel juga melukai 675 warga sipil. Israel sendiri menyebut lusinan teroris ada di antara orang yang tewas.

    Semalam, di Gaza, serangan Israel menghantam rumah di Rafah dan menewaskan lima orang. Serangan susulan merenggut nyawa seorang gadis dan seorang gerilywan yang mengendarai motor. Sementara itu, selama empat hari aksi saling serang ini, tiga tentara dari pihak Israel terluka.

    Israel melancarkan ratusan serangan sejak peluncuran Operasi Perbatasan pada Selasa lalu. Mereka beralasan hendak membalas serangan roket dari milisi Hamas di Gaza. Situasi ini dipicu oleh tewasnya tiga remaja Israel dan satu remaja Palestina, yang diduga sebagai aksi balas dendam.

    BBC | ATMI PERTIWI

    Berita Lainnya:

    Serangan Israel ke Palestina, Dunia Terbelah
    Dubes Palestina: Solusi Dua Negara yang Terbaik 
    Begini Kerja Sistem Pertahanan 'Iron Dome' Israel 
    Obama Telepon Netanyahu Beri Dukungan ke Israel 
    Israel Serang Gaza, Indonesia Desak PBB Bertindak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?