5 Wartawan Ini Dihukum Kerja Paksa 10 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Supriyantho Khafid

    TEMPO/Supriyantho Khafid

    TEMPO.CO, Yangon – Empat wartawan dan seorang kepala eksekutif dari majalah mingguan Unity yang berbasis di Yangon, Myanmar, telah dijatuhi hukuman kerja paksa selama sepuluh tahun lantaran menerbitkan sebuah artikel mengenai pabrik senjata militer rahasia.

    Mengutip laman Associated Press hari ini, kelimanya dianggap telah melanggar Undang-Undang Rahasia Burma Tahun 1923 yang dibuat ketika Myanmar masih menjadi koloni Inggris, yang bernama Burma, tentang “tuduhan melintasi batas area terlarang”.

    Menurut artikel yang diterbitkan pada Januari lalu itu, sebuah pabrik senjata yang berdiri di lokasi seluas 12 kilometer persegi telah didirikan di Kota Pauk oleh para jenderal tingkat tinggi yang dibantu teknisi dari Cina. Disebut pula bahwa pabrik tersebut menghasilkan senjata kimia. Namun tentu saja pemberitaan tersebut langsung disangkal.

    Meski pemerintah Myanmar telah memberlakukan reformasi politik menyeluruh sejak tahun 2011, nyatanya banyak pengamat yang menganggap kebebasan pers masih saja terkekang di negara ini. Banyak wartawan masih menghadapi intimidasi dan penangkapan.

    ANINGTIAS JATMIKA | AP

    Terpopuler

    Serangan ISIS Mendekati Mekah
    Jet Israel Bombardir Jalur Gaza, 72 Orang Tewas
    Serangan Israel ke Palestina, Dunia Terbelah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.