Serangan Israel ke Palestina, Dunia Terbelah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina berlari untuk berlindung ke tempat yang aman saat terjadinya serangan udara yang dilancarkan militer Israel ke Jalur Gaza, 10 Juli 2014. Serangan selama 3 hari tersebut telah menewaskan setidaknya 66 warga Palestina, 50 diantaranya warga sipil. REUTERS

    Warga Palestina berlari untuk berlindung ke tempat yang aman saat terjadinya serangan udara yang dilancarkan militer Israel ke Jalur Gaza, 10 Juli 2014. Serangan selama 3 hari tersebut telah menewaskan setidaknya 66 warga Palestina, 50 diantaranya warga sipil. REUTERS

    TEMPO.CO, Gaza - Ketegangan di Jalur Gaza, Palestina, memasuki hari ketiga. Israel dan Palestina masih berbalas serangan. Dunia terbelah dalam merespons konflik yang sudah menewaskan 81 warga Palestina ini.

    Negara-negara Arab dan muslim mengecam serangan Israel ke Palestina melalui pernyataan mereka:

    Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil al-Arabi: Dewan Keamanan PBB harus menggelar pertemuan darurat dan mengambil langkah untuk menghentikan serangan Israel ke Jalur Gaza.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran: “Negara Barat dan pendukung Zionis harus mengambil langkah tegas untuk mencegah bencana kemanusiaan di Palestina.”

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Pemerintahan Bolivaria mengecam keras respons militer yang tidak adil dan tidak proporsional oleh negara ilegal Israel terhadap orang Palestina yang heroik.

    Menteri Luar Negeri Mesir: Mesir mengutuk permusuhan yang membunuh dan melukai belasan warga Palestina ini. Mesir juga meminta Israel menghentikan segala hukuman kolektif.

    Adapun pernyataan negara sekutu Israel, seperti Amerika Serikat, menganggap Israel pantas membela diri:

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Jen Psaki: “Tidak ada negara yang harus berdiam diri ketika roket dari organisasi teroris diluncurkan ke negara mereka dan mengenai warga sipil tidak berdosa.”

    Perdana Menteri Inggris David Cameron: Mengutuk serangan mengerikan yang dilakukan Hamas dan menegaskan hak Israel mempertahankan diri dari mereka.

    Menteri Luar Negeri Skotlandia Humza Yousaf: Meminta kedua pihak menurunkan ketegangan. Skotlandia menawarkan diri untuk merawat warga yang terluka akibat konflik. “Skotlandia siap menawarkan bantuan apa pun yang kami bisa berikan. Tawaran kami yakni memberi tenaga medis spesialis untuk menolong warga sipil yang membutuhkan evakuasi medis secepatnya.”

    Kantor Luar Negeri Jerman: Penembakan roket dari Jalur Gaza menimbulkan situasi yang mengancam dan menyebabkan kekerasan serta kekerasan balasan. "Saya harap semua pihak setuju bahwa konfrontasi militer yang bisa melampaui batas harus dicegah."

    Menteri Luar Negeri Irlandia: Mengutuk terang-terangan penembakan roket secara membabi-buta ke Israel yang mengancam penduduk. "Saya mengutuk bertambahnya korban, termasuk yang dilaporkan, perempuan dan anak-anak, yang menyebabkan Israel melakukan serangan udara ke Gaza."

    Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon: Serangan roket dari Gaza tidak bisa diterima dan mendesak Israel untuk benar-benar menahan diri. “Saya mengutuk bertambahnya jumlah nyawa melayang di Gaza.”

    AL JAZEERA | ATMI PERTIWI

    Berita Lainnya:

    Hilang 32 Tahun, Mayat Pendaki Ditemukan 
    Jet Israel Bombardir Jalur Gaza, 72 Orang Tewas
    Abbas Tuding Israel Perangi Semua Warga Palestina 
    Israel Serang Rumah Warga Sipil, 14 Tewas 
    Jokowi Kecam Israel Serang Palestina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.