Israel-Palestina Saling Luncurkan Puluhan Roket  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jejak misil Irone Dome Israel terlihat menghancurkan roket yang dilontarkan dari jalur Gaza terlihat dari perbatasan selatan, 9 Juli 2014. JACK GUEZ/AFP/Getty Images

    Jejak misil Irone Dome Israel terlihat menghancurkan roket yang dilontarkan dari jalur Gaza terlihat dari perbatasan selatan, 9 Juli 2014. JACK GUEZ/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaza terus dihujani serangan udara setiap beberapa menit pada Rabu kemarin. Dikutip dari Reuters, militan Israel terus mengintensifkan serangan roket ke kota-kota Palestina. Para pejabat Palestina menjelaskan serangan itu telah menewaskan 53 orang di daerah yang menjadi "sarang" Hamas itu.

    Roket dari sistem pertahanan Israel di Iron Dome ditembakkan ke langit untuk menahan roket yang diluncurkan Hamas di Tel Aviv. Beberapa roket juga ditembakkan ke arah pembangkit nuklir di Dimna Israel, 80 kilometer dari Gaza, tapi tidak jelas apakah kena sasaran atau mendarat di tempat terbuka. (Baca: Abbas Tuding Israel Perangi Semua Warga Palestina)

    Warga Palestina di Gaza berteriak "Allahu Akbar" saat melihat roket melesat di atas kepala mereka. Masyarakat di sekitar pesisir Tel Aviv dan bagian selatan juga menjadi sasaran roket. Dalam sebuah serangan Selasa kemarin, sebuah roket menghantam Zichron Yaaakov, 115 km dari Gaza bagian utara. Dimona, situs gurun dan reaktor nuklir, juga menjadi sasaran roket jarak jauh buatan lokal M-75.

    Belum ada laporan resmi tentang berapa korban dari serangan "balas-balasan" di lokasi tersebut. Namun, pihak militer mengatakan setidaknya ada 48 roket menghantam Israel pada Rabu kemarin, sementara 14 lainnya berhasil dihalau.

    Di sisi lain, warga Gaza dilaporkan menyaksikan lebih dari seratusan serangan kemarin. Sejak serangan roket meningkat, jalan-jalan dan tempat umum menjadi sepi.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana akan meningkatkan serangan di Gaza. "Kami akan terus menyerang Hamas dan organisasi teroris di Gaza. Pasukan Pertahanan Israel telah bersiap untuk setiap kemungkinan. Hamas akan membayar mahal setiap tembakan yang diarahkan ke warga Israel," kata Netanyahu.

    Netanyahu juga telah mengizinkan kabinet pertahanan untuk meningkatkan jumlah serangan dan pasukan hingga 40 ribu orang. Namun, ia menjelaskan operasi ini akan membutuhkan waktu sebelum perintah diberikan. (Baca: PBB: Konflik Israel-Palestina Semakin Memburuk)

    RINDU P. HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    Palestina: Serangan Udara Israel Tewaskan 23 Jiwa
    Begini Hukuman bagi Wartawati 'Kritis' di Iran
    Selandia Baru Minta Israel-Palestina Berdamai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.