Amerika Mulai Memusnahkan Senjata Kimia Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas penyelidik PBB mengambil sampel pasir di sekitar misil yang dicurigai sebagai senjata kimia di  Damascus, Suriah (28/8). Sejumlah pakar senjata kimia diterjunkan PBB untuk menyelidiki keberadaan dan asal senjata kimia yang menyerang warga sipil Suriah. (AP Photo/United media office of Arbeen)

    Seorang petugas penyelidik PBB mengambil sampel pasir di sekitar misil yang dicurigai sebagai senjata kimia di Damascus, Suriah (28/8). Sejumlah pakar senjata kimia diterjunkan PBB untuk menyelidiki keberadaan dan asal senjata kimia yang menyerang warga sipil Suriah. (AP Photo/United media office of Arbeen)

    TEMPO.CO, Washington - Kapal peti kemas Amerika Serikat, Cape Ray, telah memulai pekerjaannya menetralisasi bahan kimia yang merupakan persediaan cadangan senjata kimia milik rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan kapal Cape Ray kini berada di perairan internasional di Laut Mediterania.

    "Kapal mulai mengolah sekitar 600 metrik ton senjata kimia dan bahan baku," kata juru bicara Departemen Pertahanan, Kolonel Steve Warren, seperti dilansir Al Jazeera, Selasa, 8 Juli 2014.

    Bahan-bahan kimia yang dimusnahkan termasuk gas mustard dan komponen untuk membuat gas sarin. Seluruh bahan tersebut dipindahkan ke kapal Cape Ray pada awal Juli dari kapal peti kemas Denmark Ark Futura. (Baca: Begini Proses Pemindahan Senjata Kimia Suriah)

    Cape Ray dilengkapi dengan sistem hidrolisis yang menggunakan zat semacam air, sodium hidroksida, dan sodium hipoklorit untuk menjadikan senjata kimia tersebut cukup aman dibuang ke tempat lain.

    Warren memperkirakan Cape Ray perlu waktu 60 hari untuk proses penetralan bahan-bahan kimia tersebut. Bahan yang sudah diproses nantinya akan diangkut ke Finlandia dan Jerman.

    Tahun lalu, Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menyetujui penyerahan seluruh cadangan senjata kimianya sebagai bagian dari kesepakatan pelucutan senjata. Washington dan Moskow mendukung perjanjian pelucutan senjata kimia Suriah setelah Damaskus dinilai menggunakan bahan kimia berbahaya untuk menyerang warga sipil yang memprotes rezim Bashar al-Assad.

    Proses pemusnahan senjata kimia Suriah tersebut juga didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat, dan Rusia sejak September tahun lalu. Pemusnahan senjata kimia Suriah ini juga diharapkan bisa mengakhiri perang saudara berkepanjangan yang terjadi di negara Timur Tengah itu. (Baca: Surat Sekjen PBB tentang Situasi di Suriah, Irak)

    AL JAZEERA | ROSALINA


    Terpopuler Dunia:
    Maskapai AS Wajibkan Penumpang Nyalakan Ponsel
    Dalai Lama Minta Umat Budha Myanmar Hormati Muslim 
    Mengapa Topan Neoguri Disebut Topan 'Super'? 
    Indonesia Ternyata Juara Belanja Isi Dapur



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.