Jerman Tangkap Mata-mata AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus sekaligus anggota Komite Intelijen Parlemen Hans-ChristianStroebele saat hadir dalam konferensi pers di Berlin, Jerman (1/11). Saat pertemuan keduanya, Snowden menyatakan bersedia membantu Jerman dalam menyelidiki kegiatan penyadapan yang dilakukan NSA kepada Angela Merkel. (AP Photo/dpa, Michael Kappeler)

    Politikus sekaligus anggota Komite Intelijen Parlemen Hans-ChristianStroebele saat hadir dalam konferensi pers di Berlin, Jerman (1/11). Saat pertemuan keduanya, Snowden menyatakan bersedia membantu Jerman dalam menyelidiki kegiatan penyadapan yang dilakukan NSA kepada Angela Merkel. (AP Photo/dpa, Michael Kappeler)

    TEMPO.CO, Berlin - Seorang pegawai badan intelijen luar negeri Jerman ditangkap karena dicurigai melakukan praktek mata-mata untuk Amerika Serikat. Kantor Kejaksaan Federal Jerman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pria 31 tahun itu ditangkap karena dicurigai sebagai mata-mata asing. "Investigasi masih berlangsung," kata pernyataan Kejaksaan.

    Kasus ini berisiko menambah ketegangan hubungan AS-Jerman, tulis Reuters.

    Berita penangkapan mata-mata ini pertama kali mengemuka dari pengakuan dua anggota parlemen Jerman anggota komite khusus untuk menyelidiki praktek spionase AS. Komite ini dibentuk menyusul pernyataan whistleblower kasus spionase Badan Keamanan Nasional AS, Edward Snowden, yang menyebut AS secara aktif menyadap ponsel Kanselir Angela Merkel.

    Pegawai yang ditangkap diketahui berkewarganegaraan Jerman. Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah mengundang duta besar AS untuk melakukan pembicaraan mengenai masalah ini.

    "Dia bukan agen utama," kata salah seorang anggota parlemen, yang berbicara dengan syarat anonim. Tersangka menawarkan jasanya ke AS secara sukarela, kata sumber itu.

    Koran Sueddeutsche Zeitung Jerman melaporkan dugaan mata-mata pertama kali terendus ketika tersangka dicurigai menghubungi agen intelijen Rusia. Dia kemudian mengaku bekerja untuk AS, bukan Rusia.

    Koran Bild menyebut pria itu bekerja selama dua tahun sebagai seorang agen ganda dan telah mencuri 218 dokumen rahasia. Dia menjual dokumen, tiga di antaranya berhubungan dengan pekerjaan Komisi di Bundestag, senilai 25 ribu euro.

    Anggota parlemen dari kubu oposisi menyerukan konsekuensi diplomatik jika tuduhan itu benar. Kepala komite parlemen yang menyelidiki urusan NSA, Patrick Sensburg, menyatakan anggotanya telah lama mengkhawatirkan mereka menjadi sasaran agen-agen intelijen asing dan telah mengambil langkah-langkah khusus.

    Juru bicara Merkel, Steffen Seibert, mengatakan pihaknya telah diberi tahu mengenai penangkapan ini. Ketika ditanya apakah Merkel mendiskusikan masalah ini dengan Presiden Barack Obama selama percakapan telepon pada Kamis malam, ia mengatakan bahwa mereka hanya berbicara tentang urusan luar negeri.

    Kedubes AS di Berlin, Departemen Luar Negeri di Washington dan Gedung Putih semua menolak berkomentar.

    REUTERS | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.