Penyuplai Wanita untuk Boko Haram Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi RnB, Alicia Keys mengunggah fotonya ke Twitter dengan memegang kertas bertuliskan `Bring Back Our Girls` sebagai bagian kampanye pelepasan 300 pelajar perempuan yang diculik kelompok Boko Haram di Nigeria. nydailynews.com

    Penyanyi RnB, Alicia Keys mengunggah fotonya ke Twitter dengan memegang kertas bertuliskan `Bring Back Our Girls` sebagai bagian kampanye pelepasan 300 pelajar perempuan yang diculik kelompok Boko Haram di Nigeria. nydailynews.com

    TEMPO.CO, Borno - Pihak berwenang Nigeria menangkap tiga wanita yang diam-diam merekrut anggota untuk sayap perempuan dari kelompok militan Islam Boko Haram. "Mereka memikat wanita, khususnya para janda dan gadis-gadis muda, dengan menjodohkan mereka dengan anggota Boko Haram," kata Kolonel Onyema Nwachukwu, direktur Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Nigeria.

    Para tersangka yang diidentifikasi sebagai Hafsat Usman Bako, Zainab Idris, dan Aisha Abubakar, ditangkap saat bepergian ke Kota Madagali. Sejumlah pejabat mengatakan Hafsat Bako menikahi anggota kelompok teroris yang dibunuh oleh militer. "Hafsat mengabdikan diri untuk Boko Haram setelah itu, dengan mengkhususkan diri dalam perekrutan diam-diam anggota wanita bagi mereka," katanya.

    Penangkapan itu dilakukan setelah upaya pemboman bunuh diri baru-baru ini di sebuah fasilitas militer di negara bagian Gombe. Upaya peledakan dilakukan oleh tersangka wanita.

    Boko Haram telah meneror Nigeria dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan ribuan orang hidup di pengungsian untuk menghindari kekerasan. Pada April lalu, kelompok teroris ini menculik lebih dari 200 anak sekolah di Chibok. Para siswi yang diculik itu belum ditemukan.

    Kasus terakhir pada 24 Juni lalu, mereka menculik 60 perempuan, termasuk anak-anak, dan membunuh 30 pria dalam serangan di satu desa di timur laut Nigeria. Berpakaian seperti tentara, orang-orang bersenjata ini menyerbu desa di Kummabza di negara bagian Borno pada tanggal 18 Juni 2014 dan menyandera mereka selama empat hari.

    "Setelah menghabisi kaum pria di desa itu, mereka melakukan penjarahan bahan makanan dan membawa 60 sandera perempuan sebelum membakar dan meledakkan desa," kata seorang pejabat senior pemerintah daerah. Beberapa gadis yang diculik berusia antara 3 hingga 12 tahun.

    CNN | INDAH P.


    Berita lainnya:
    Ponsel dan Sepatu Paling Dicurigai di Bandara AS
    Pengikut Twitter PM India Lampaui Presiden RI
    Remaja Filipina Tewas Saat Ber-selfie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.