Konflik Israel-Palestina, Korban Tewas Bertambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak laki-laki Palestina memanjat besi dengan api dibawahnya saat latihan semi militer yang diselenggarakan oleh Hamas di Rafah Jalur Gaza, Palestina, 9 Juni 2014. (Abed Rahim Khatib/Getty Images)

    Anak laki-laki Palestina memanjat besi dengan api dibawahnya saat latihan semi militer yang diselenggarakan oleh Hamas di Rafah Jalur Gaza, Palestina, 9 Juni 2014. (Abed Rahim Khatib/Getty Images)

    TEMPO.CO, Washington - Belum reda panasnya konflik Timur Tengah yang diperparah dengan kematian tiga remaja Israel awal pekan ini, ditemukan lagi jasad remaja tak bernyawa pada Rabu pagi. Kali ini remaja Palestina bernama Mohammed Abu Khdeir, 17 tahun.

    Tubuhnya ditemukan terbakar beberapa jam setelah ia dilaporkan dipaksa masuk ke sebuah mobil di utara Jerusalem, kawasan Beit Hanina. Kematian Khdeir memicu kemarahan pemimpin Palestina.

    Mereka menyebut Israel bertanggung jawab atas pembunuhan ini. Kejadian ini diduga diduga aksi balasan atas kematian remaja Israel. Berita tersebut segera memicu kerusuhan. Setidaknya 200 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Beit Hanina dan Shuafat. Polisi melepaskan gas air mata dan granat. Mereka juga menutup pusat keagamaan di kota tersebut.

    Kerusuhan menjalar ke Tepi Barat. Di sana dilaporkan warga Israel melempari warga Palestina dengan batu di dekat Desa Jaba.

    Peristiwa ini sekaligus mengundang amuk warga dunia maya. Saat kematian tiga remaja Israel, Naftali Fraenkel and Gilad Shaar, 16 tahun, and Eyal Yifrach, 19 tahun, telah terbentuk akun Facebook bernama “Rakyat Israel Menuntut Balas Dendam” yang diikuti oleh puluhan ribu orang. Pihak Israel menuding Hamas sebagai pelakunya.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak seluruh pihak untuk tidak main hakim sendiri. Dia berjanji segera menginvestigasi pelaku. Wali Kota Jerusalem Nir Barkat juga menyatakan sikap senada. Dia mengecam pembunuh remaja Palestina, menyebutnya dengan mengerikan dan tindakan barbar.

    Menteri Kehakiman Israel Tzipi Livni memperingatkan warganya. “Mereka yang ingin mengubah Israel menjadi masyarakat teroris akan ditahan,” ujarnya. Dia berjanji tidak akan mentoleransi pihak yang main hakim sendiri.

    Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang berusaha menghidupkan kembali pembicaraan damai Israel-Palestina mengungkapkan duka citanya. “Tidak ada kata yang cukup untuk mengungkapkan duka cita kami bagi warga Palestina.” Ia pun menyeru semua pihak menahan diri.

    Yishai Fraenkel, paman salah satu pemuda Israel yang sebelumnya terbunuh, juga menyerukan ketenangan. Menurut dia, jika motif pembunuhan Khdeir adalah nasionalisme, itu tindakan menakutkan dan mengejutkan. “Tidak ada perbedaan dalam darah. Pembunuhan adalah pembunuhan, apa pun kewarganegaraan atau usianya. Tidak ada pembenaran, pemaafan dan pengampunan untuk pembunuhan,” ujarnya.

    THE STAR | ATMI PERTIWI



    Berita Lainnya:



    15 Jam Diinterogasi, Sarkozy Dalam Pantauan Hakim
    Pesawat Kargo Tabrak Gedung di Kenya, 4 Tewas
    Mertua Sarkozy: Ini Saat Tepat Memotong Kakinya
    Dijerat Korupsi, Sarkozy Terancam Dibui 10 Tahun
    Korupsi, Sarkozy Tuding Partai Sosialis 'Otaknya'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.