Kasus Sarkozy Libatkan Muamar Khadafi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berbicara pada konferensi pers di Dewan Eropa di Brussels, Belgia setelah pertemuan para pemimpin Uni Eropa, Senin  (30/1). REUTERS/Philippe Wojazer

    Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berbicara pada konferensi pers di Dewan Eropa di Brussels, Belgia setelah pertemuan para pemimpin Uni Eropa, Senin (30/1). REUTERS/Philippe Wojazer

    TEMPO.COParis – Publik Prancis dibuat kaget dengan penahanan mantan Presiden Nicolas Sarkozy, yang terkenal dengan gaya flamboyannya. Pria berusia 58 tahun ini saat ini tengah dalam pemeriksaan jaksa atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi.

    Sarkozy diduga telah menjanjikan jabatan kepada hakim agar mendapat bocoran informasi mengenai penyelidikan yang melibatkan dirinya. Pada 2010 muncul laporan yang menyebutkan bahwa Sarkozy mendapat sumbangan gelap dari Liliane Beettencourt, ahli waris perusahaan kosmetik L’Oreal, untuk membiayai kampanyenya pada 2007.

    Tak hanya itu, mengutip laporan dari New York Times hari ini, Sarkozy juga mendapat sumbangan gelap sebesar 50 juta euro dari Muamar Khadafi, pemimpin Libya saat itu. (Baca: Mantan Presiden Prancis Ditangkap Polisi)

    Namun, tuduhan ini dibantah oleh Sarkozy. Dia malah menuding bahwa tuduhan ini dibuat oleh mantan sekutu Khadafi atas dasar motif politik. Sebab, dulu Sarkozy pernah terlibat dalam operasi militer internasional di Libya yang akhirnya menggulingkan Khadafi.

    ANINGTIAS JATMIKA | NY TIMES

    Terpopuler

    Punya Ladang Minyak, Aset ISIS US$ 2 Miliar
    Pejihad ISIS Berasal dari Berbagai Negara
    Misi Berbelok, ISIS Tak Akur dengan Al-Qaidah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.