Kedutaan AS Lindungi Wanita yang Diduga Murtad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana gereja Katolik saat malam di Carnot, Republik Afrika Tengah (16/4). Pengungsi Muslim telah berlindung dibawah naungan Pendeta Justin Nary dan rekan-rekannya yang merawat mereka menghindari pertempuran sejak awal Februari 2014. AP/Jerome Delay

    Suasana gereja Katolik saat malam di Carnot, Republik Afrika Tengah (16/4). Pengungsi Muslim telah berlindung dibawah naungan Pendeta Justin Nary dan rekan-rekannya yang merawat mereka menghindari pertempuran sejak awal Februari 2014. AP/Jerome Delay

    TEMPO.COKhartoum – Mariam Ibrahim, seorang wanita asal Sudan, akhirnya mendapat perlindungan dari Kedutaan Amerika Serikat setelah ia dan dua anaknya menerima ancaman pembunuhan lantaran dituduh telah pindah agama (murtad).

    Dikutip dari Al Jazeera, Jumat, 27 Juni 2014, Mariam sebelumnya telah menghabiskan beberapa minggu di penjara setelah dinyatakan bersalah karena meninggalkan Islam dan menikahi Daniel Wani, seorang pemeluk agama Kristen. Saat itu ia bahkan dijatuhi hukuman mati. (Baca: Sudan Menghukum Mati Perempuan Murtad)

    Dia sempat dibebaskan sebelum kembali didakwa dengan pemalsuan dokumen ketika meninggalkan Sudan dengan dokumen wisata. Namun ia kembali dibebaskan pada Kamis kemarin setelah mendapat jaminan dari Amerika Serikat.

    “Ini sungguh bagus,” kata sang suami, Daniel, pada Jumat kemarin kepada kantor berita AFP. Ia mengatakan staf Kedutaan AS sangat membantu keluarganya.

    Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menyatakan Mariam dan keluarganya kini berada di lokasi yang aman. Keduanya juga dalam kondisi baik di sebuah tempat di ibu kota Sudan.

    Mariam lahir dari ayah seorang muslim dan ibu penganut Kristen Ortodoks. Namun sang ayah meninggalkan keluarga mereka saat Mariam berusia 5 tahun. Menurut Keuskupan Katolik Roma di Khartoum, Mariam bergabung dengan gereja Katolik sesaat sebelum ia menikah pada 2012. Sementara itu, Mariam mengaku sejak kecil ia telah menganut keyakinan sebagai kristiani.

    ANINGTIAS JATMIKA | AL JAZEERA

    Terpopuler

    Remaja 15 Tahun Asal Belanda Ikut Jihad di Suriah 
    Tak Dapat Restu, Suami-Istri Pakistan Dibunuh 
    Referendum, Hong Kong Ajukan Demokrasi kepada Cina



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.