Polisi Syariah Arab Saudi Dilarang Memata-matai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kepolisian Arab saudi memperhatikan layar monitor yang terhubung dengan tempat-tempat suci di Mina, Rabu (17/11). (AP Photo/Hassan Ammar)

    Seorang petugas kepolisian Arab saudi memperhatikan layar monitor yang terhubung dengan tempat-tempat suci di Mina, Rabu (17/11). (AP Photo/Hassan Ammar)

    TEMPO.CO, Riyadh - Anggota polisi syariah Arab Saudi, yang secara resmi dikenal sebagai Komisi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Perbuatan Tercela, dilarang memata-matai atau mengejar tersangka. Sheikh Abdulaziz al-Asheikh, pimpinan Komisi, juga memperingatkan para anggota polisi yang bekerja di lapangan dilarang menampilkan tanda-tanda ekstremisme atau fanatisme agama.

    Menurut harian lokal Al-Watan, al-Asheikh, ada enam hal yang harus dihindari oleh seorang polisi syariah, yaitu memata-matai, ekstremisme, fanatisme, otoritarianisme, merugikan orang, dan mengejar tersangka. Dia mengatakan bahwa polisi sedang menerapkan aturan yang sama tanpa pandang bulu.

    Al-Asheikh mengatakan para anggota telah diinstruksikan untuk tidak pernah melakukan pelecehan, baik pada pria maupun wanita. Mereka harus selalu toleran dan baik pada semua orang. "Para anggota tidak boleh menggunakan cara-cara licik hanya untuk memberatkan tersangka," katanya.

    Polisi syariah memiliki 12 kantor cabang, 129 sub-komisi dan 345 pusat yang tersebar di seluruh kerajaan.

    Al-Asheikh mencatat kenaikan luar biasa dalam kasus pemerasan di mana beberapa pria mengancam wanita untuk menyebarkan foto mereka jika tak menuruti keinginannya. "Kami menerima 729 keluhan dari wanita yang mengaku diperas dalam dua bulan terakhir, 120 kasus dijumpai di Riyadh," katanya.

    Ia menyerukan hukum yang ketat untuk menghukum pemeras yang ia digambarkan sebagai "orang sakit" yang berusaha untuk mendominasi dan memperbudak perempuan. Dia menyarankan keluarga untuk mengawasi anak-anak mereka dan tidak membiarkan mereka menjadi mangsa "serigala manusia".

    Al-Asheikh juga mengatakan mereka sepanjang tahun ini menangani 762 kasus pencabulan, 2.607 kasus alkohol, dan menutup 750 pabrik alkohol. Mereka juga telah memblokir 24.508 situs Internet yang terlarang.

    SAUDI GAZETTE | INDAH P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.