Korea Utara Akui Lakukan Uji Coba Rudal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Utara berjaga-jaga di Panmunjom, perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan (3/6). Korea Utara  telah membuat rudal jarak jauh yang dapat mencapai Alaska dan akan melakukan uji coba. Foto: AP/ Lee Jin-man

    Tentara Korea Utara berjaga-jaga di Panmunjom, perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan (3/6). Korea Utara telah membuat rudal jarak jauh yang dapat mencapai Alaska dan akan melakukan uji coba. Foto: AP/ Lee Jin-man

    TEMPO.CO, Seoul - Korea Utara membenarkan melakukan uji coba rudal kedua dalam beberapa hari terakhir. Pemimpin negara itu, Kim Jong-Un, mengawasi langsung proses itu, yang dilakukan hanya beberapa hari sebelum Presiden Cina Xi Jinping mengunjungi Korea Selatan.

    Militer Korea Selatan mengatakan uji coba dilakukan pada hari Minggu, 29 Juni 2014. Dua rudal jarang pendek yang diuji coba adalah rudal Scud dengan jarak sekitar 500 kilometer (300 mil).

    Kantor berita resmi Korut KCNA tidak menjelaskan secara detil mengenai jenis rudal. Media ini hanya menyebutkan "roket taktis" dan "rudal presisi terpandu". Menurut KCNA, Kim menyatakan bahwa tes rudal "memiliki dampak tidak sedikit" pada perdamaian dan keamanan regional.

    "Perdamaian yang tahan lama hanya dapat terwujud ketika salah satu menjadi sangat kuat sehingga tak ada yang berani memprovokasi yang lain dan juga dijamin oleh kekuatan mereka sendiri," katanya. Beberapa hari sebelumnya, mereka juga memuji uji coba peluru kendali terbaru sebagai "terobosan" dalam kemampuan militer Korut.

    Pyongyang di masa lalu kerap membuat klaim berlebihan tentang kemampuan rudal balistiknya. Bagi Korut, melakukan uji coba rudal adalah hal biasa, kadang-kadang karena alasan teknis tetapi sering kali hanya sebagai unjuk kekuatan atas ketidaksenangan dengan peristiwa di tempat lain.

    Uji coba terbaru ini dilakukan menjelang kunjungan Xi ke Seoul untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan, Park Geun-Hye. Cina adalah sekutu utama dan penyumbang ekonomi terbesar Korut. Fakta bahwa Xi mengunjungi Seoul sebelum Pyongyang dilihat oleh negara ini sebagai bentuk "penghinaan yang disengaja".

    AP | INDAH P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.