Obama Ajukan Rp 6 Triliun untuk Pemberontak Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama, dikelilingi oleh para pimpinan Kongres, menandatangani proklamasi untuk memperingati inaugurasi, berjudul

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama, dikelilingi oleh para pimpinan Kongres, menandatangani proklamasi untuk memperingati inaugurasi, berjudul "National Day of Hope and Resolve", di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat, Senin (21/1), menyusul upacara pengambilan sumpah dalam Inaugurasi Kepresidenan ke-57. AP/Jonathan Ernst, Pool

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah meminta dana kepada Kongres sebesar US$ 500 juta (sekitar Rp 6,02 triliun) untuk melatih dan mempersenjatai kelompok pemberontak yang memerangi pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad. (Baca juga: Kongres AS Tolak Duta Besar Iran untuk PBB)

    Gedung Putih mengatakan dana ini akan digunakan untuk menyokong langkah dukungan lain Amerika Serikat terhadap kelompok oposisi moderat Suriah.

    Menurut pemerintah Obama, dana itu bertujuan membantu rakyat Suriah, menstabilkan daerah yang dikuasai oposisi, memfasilitasi penyediaan layanan penting, melawan ancaman teroris, dan menegosiasikan kembali penyelesaian konflik. (Baca: John Kerry Sebut Hasil Pemilu Suriah Nol Besar)

    Proposal dana ini merupakan bagian dari anggaran US$ 65,8 miliar dalam dana operasi kontingensi luar negeri untuk tahun anggaran fiskal 2015, yang dimulai pada 1 Oktober.

    "Pemerintah akan mengembangkan rincian program ini dalam konsultasi dengan Kongres dan mitra internasional kami," kata Gedung Putih, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat, 27 Juni 2014.

    Washington telah mempelajari berbagai pilihan untuk memberikan bantuan tambahan kepada kelompok pemberontak di luar bantuan yang ada, terutama meliputi bantuan "nonpersenjataan". (Baca: Perang Suriah Menelan 150 Ribu Jiwa)

    Pejabat Amerika Serikat menolak mengomentari permintaan dana ini dan apa yang dilakukan untuk melatih kelompok-kelompok oposisi. Namun penasihat keamanan nasional pemerintah Obama, Susan Rice, mengakui pada awal bulan ini Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah memberikan bantuan kepada pemberontak Suriah baik berupa persenjataan maupun nonpersenjataan.

    Bantuan tersebut juga akan ditujukan untuk menghadapi kelompok ekstremis seperti Negara Islam Irak dan Levant (ISIL). Pergerakan ISIL di Irak membuat sejumlah anggota Kongres menekan Presiden Obama agar mengambil tindakan.

    CHANNEL NEWS ASIA | ROSALINA

    Terpopuler
    Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan Besok 
    Enam Pengusaha RI Masuk Daftar 48 Dermawan Asia 
    Buntut Kasus YKS, Tayangan Hipnoterapi Dilarang
    Bens Leo: Lecehkan Benyamin, Lecehkan Ikon Betawi  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.